SURYA.CO.ID, JEMBER – Kampanye meningkatkan literasi bisa dilakukan secara menarik, salah satunya melalui peragaan busana. Hal ini dilakukan oleh Komunitas Jurnalis Warga Suwar-Suwir Kabupaten Jember di Lippo Plaza, Rabu (31/8/2022).

Kampanye peningkatan literasi itu adalah melalui ajakan menulis dan membaca. Kampanye yang digelar dengan peragaan busana itu berbarengan di acara Pameran Karya Jurnalis Warga Suwar-Suwir Jember.

Kampanye ajakan menulis dan membaca itu dipampang di kain blacu yang dipotong secara sederhana menjadi rompi. Potongan kain blacu tersebut kemudian dipercantik dengan aneka gambar warna-warni.

Tulisan berwarna hitam terlihat menonjol. Tulisan-tulisan itu berbunyi, antara lain, ‘melawan pikun dengan menulis’, ‘menulis is stunning’, ‘menulis = bekerja untuk keabadian’, ‘mencintai membaca’, ‘read for a better life’, juga ‘menulis itu kueren’, serta ada ‘kenali dunia dengan membaca’.

“Kami ingin berkampanye mengajak semua orang, semua warga untuk mencintai menulis, membaca, kemudian juga bisa menulis. Ini sekaligus untuk meningkatkan tingkat literasi di Jember. Kampanye ini kami lakukan, berbarengan dengan pameran karya teman-teman jurnalis warga Jember,” ujar Koordinator Jurnalis Warga Suwar-Suwir Jember, Fitriyah Fajarwati, Rabu (31/8/2022).

Rompi-rompi kain blacu itu kemudian dipakai mereka yang hadir di acara pameran karya tersebut, seperti perwakilan beberapa dinas, Puskesmas, KUA, jurnalis warga, juga anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Jember, termasuk perwakilan dari Lippo Plaza Jember. Mereka berlenggak-lenggok di atas ‘catwalk’.

“Jika ada literasi yang bagus, kami harapkan bisa turut memerangi hoaks. Warga bisa menuliskan apa yang terjadi di sekitar mereka, kemudian menuliskannya secara baik dan benar, juga menjadi kritis,” tegas Fitri.

Sementara untuk pameran karya jurnalis warga, karya yang dipamerkan adalah tulisan mereka sendiri. Fitri menyebut ada 15 anggota Jurnalis Warga Suwar-Suwir Jember. Sejak tahun 2021 mereka mulai belajar menulis.

Beberapa isu mereka tulis, antara lain perihal kesehatan ibu dan anak, angka kematian ibu dan anak, pernikahan anak, kesehatan reproduksi remaja, juga stunting. “Kami memang mengambil beberapa isu, seperti kesehatan ibu dan anak, stunting, pernikahan anak, juga pelayanan kesehatan,” ujar Fitri.

Melalui kegiatan pameran karya dan kampanye itu, Fitri dan komunitas jurnalis warga tersebut mengajak semua orang untuk mau menulis. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.