SURYA.CO.ID|SURABAYA – PT Barata Indonesia (Persero) melakukan kerjasama strategis dengan PT Pabrik Gula Rajawali I, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) / Holding Pangan ID FOOD di bidang penyediaan sarana prasarana pabrik gula.

Kedua belah pihak meyakini komoditas gula merupakan salah satu yang bernilai strategis bagi ketahanan pangan nasional.

Kerjasama ini dituangkan dalam pendandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Operasi PT Pabrik Gula Rajawali I, Nanik Soelistyowati dan Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko, Kamis (7/7/2022) lalu di Kantor Pusat PT PG Rajawali I, Surabaya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut manajemen kedua belah pihak. Dalam perjanjian tersebut, kedua perusahaan sepakat untuk melakukan optimalisasi dan peningkatan produktivitas pabrik gula di bawah naungan PG Rajawali I.

“Sebagai BUMN Manufaktur, Barata siap mendukung penyediaan komponen pabrik gula diantaranya penggantian baru dan perbaikan roll mill, mill cheek dan maintenance komponen lainnya,” kata Sulistyo Handoko, Direktur Pemasaran Barata Indonesia, Sabtu (9/7/2022).

Direktur Operasional PT Pabrik Gula Rajawali I Nanik Soelistyowati, menambahkan, sinergi antara kedua belah pihak tersebut akan memberikan manfaat yang maksimal bagi kedua belah pihak.

“Kami sangat terbantu dengan PT Barata Indonesia yang selama ini telah menjadi partner kami untuk memenuhi kebutuhan manufaktur industri gula, karena itu kami berterimakasih atas kerjasama ini dan semoga bisa berkembang ke kerjasama di bidang lainnya,” kata Nanik.

Sulistyo juga menyambut antusias kolaborasi yang dilakukan oleh kedua perusahaan. “Sebagai perusahaan manufaktur nasional dengan pengalaman panjang di bidang industri agro, Barata Indonesia terbukti menghasilkan produk komponen pabrik gula yang handal dan telah terpasang di berbagai pabrik gula di penjuru tanah air,” ungkap Sulistyo.

Perseroan berkomitmen terus mendukung pengembangan infrastruktur industri gula nasional dengan menjadi solution provider bagi pembangunan pabrik gula tanah air.

“Yang tidak kalah penting adalah kami ingin terus memberikan nilai tambah serta mendorong terciptanya kemandirian industri dalam negeri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi,” tambah Sulistyo.
Kerja sama ini juga penting bagi terwujudnya ketahanan pangan serta terciptanya kemandirian industri manufaktur nasional. “Kedepan, kami berharap kerjasama ini tidak berhenti disini saja dan Barata Indonesia bisa terus mengambil peran dalam mendukung program transformasi pangan yang sedang dicanangkan Holding Pangan ID FOOD,” pungkas Sulistyo.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.