Jakarta: Pernahkah kamu mendengar anjuran ‘makan apel harus sama kulitnya biar sehat?’ Ya, anjuran ini sudah turun-temurun didengar oleh anak-anak di Indonesia. Namun, bukan di sini saja lho, di berbagai belahan dunia ungkapan tersebut pun kerap disebutkan oleh para orang tua kepada anaknya. 

Dari berbagai hasil penelitian ternyata makan apel bersama dengan kulitnya memiliki ragam manfaat yang baik untuk kesehatan. Menurut ilmuwan nutrisi, Dr. Joanna McMillan, apel penuh dengan nutrisi yang baik, dan polyhenol pada apel menjadi senyawa yang menonjol yang memegang kunci bagi banyak manfaat kesehatan buah. 

“Jadi makan apel yang berair, kulit dan lainnya, sebenarnya bisa menjadi cara paling sehat untuk memakan buah super ini,” tuturnya dikutip dari SBS. 

Dr. McMillan memaparkan bahwa ia melakukan tinjauan literatur tentang Apel Australia untuk memeriksa temuan tentang manfaat kesehatan dari apel, kulit, dan semuanya.

Pada penelitian Italia tahun 2017, termasuk dalam ulasannya, Apel Annurca (varietas Italia selatan) digunakan dalam penelitian ini karena sangat tinggi polifenolnya. Ketika, diterapkan di laboratorium untuk sel kanker payudara manusia, ditemukan bahwa ekstrak apel polifenol sangat efektif dalam menghentikan pertumbuhan sel dan membunuh sel kanker payudara.



(Diperkirakan ada dua setengah kali lebih banyak antioksidan, termasuk polifenol dalam kulit apel. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Studi lain pada tahun 2010, mengevaluasi apakah ekstrak kulit apel dapat mengurangi pertumbuhan tumor kanker. Penelitian ini menggunakan apel Gala organik dan melihat pengurangan berbagai garis sel kanker. Hasilnya, adalah pengurangan yang signifikan dari sel-sel kanker payudara dan prostat.

“Data kami menunjukkan bahwa ekstrak kulit apel memiliki efek antiproliferatif (anti-tumor) yang kuat terhadap sel kanker, dan kulit apel tidak boleh dibuang dari makanan,” tulis penelitian tersebut.

Selain itu, dalam hasil studi Cina, telah dibandingkan ekstrak polifenol kulit apel dan daging pada tekanan darah, metabolisme lipid, dan resistensi insulin pada tikus.

Penelitian menunjukkan bahwa polifenol apel, terutama yang ada di kulitnya, dapat melindungi tubuh terhadap penyakit kardiovaskular. Meskipun, dibutuhkan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk mengonfirmasi dampaknya pada manusia.

“Penelitian ini mengingatkan saya bahwa makanan kesehatan tidak harus menjadi sesuatu yang mewah dan diterbangkan dari lokasi yang eksotis. Apel adalah buah yang sangat umum tetapi penelitian menunjukkan betapa kuatnya manfaat apel sebenarnya,” pungkas Dr. McMillan. 
(yyy)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.