Jakarta: Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina Huzaimi melepas 243 Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor manufaktur dan perikanan program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan.
 
Sejak kembali dibuka pada akhir 2021, hingga saat ini sudah sebanyak 4.877 PMI yang ditempatkan ke Korea Selatan. Para PMI berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta,  Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, dan Banten.
 
Benny mengatakan, setiap pelepasan PMI harus dilakukan dengan istimewa karena para PMI adalah pahlawan devisa.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“BP2MI terus memberikan yang terbaik untuk PMI. Setiap pelepasan PMI ke Korea Selatan dilakukan ditempat yang terbaik. Kalian pahlawan devisa. Termasuk hari ini, BP2MI kembali melepas ada 243 PMI yang akan terbang ke Korea Selatan. Kita lepas di hotel bintang empat,” ujar Benny, di hadapan para PMI di El Royal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 28 Juli 2022.
 
Benny menambahkan, di enam bulan terakhir penempatan pekerja migran ke luar negeri sudah mendekati angka 5.000 untuk penempatan G to G Korea. Artinya, sambung Benny, ini  memberikan tren positif, karena harapannya ada peningkatan angka penempatan secara terus menerus, termasuk penyiapan partner-partner istimewa kepada pahlawan devisa.
 

“Sekarang sudah enggak marah lagi. Sudah enggak ngambek lagi kan kalian? Karena sekarang mau berangkat ke Korea. Alhamdulillah sekarang sudah bisa berangkat walaupun lama menunggu karena penutupan karena covid-19,” tutur Benny dengan nada menggugah para PMI.
 
Selain di hotel berbintang, momen pelepasan kali ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina Huzaimi. Arzeti mengatakan, BP2MI telah memprioritaskan para PMI.
 
“Pak Benny terus berjuang, beliau tidak marah, hanya diam meskipun banyak yang memakinya.  Dengan anggaran BP2MI yang paling kecil. Justru ini terlihat luar biasa karena diberikan untuk PMI. Komisi IX akan terus memberikan prioritas anggaran untuk BP2MI. Mulai hari ini PMI harus diberikan fasilitas yang istimewa,” ujarnya.
 
Arzeti meyakini, semua PMI akan bekerja dengan senang hati saat tiba di negara Korea Selatan. “Semua harus menjadi bagian Indonesia untuk lebih dikenal lagi. Jadi ini luar biasa, semoga adik-adik PMI bisa  berjuang untuk keluarga dan untuk Indonesia. Kelak kalian akan menjadi orang hebat dan menjadi figur. Selamat jalan jadilah kebanggaan dan jadilah pemenang,” pesan Arzeti.
 

(AHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.