redaksiharian.com, Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh personel Korps Brimob Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang dipicu oleh dinamika geopolitik global.

Arahan tersebut disampaikan saat pembukaan rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob yang diikuti sekitar 7.000 anggota di Lapangan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (21/4).

Dalam sambutannya, Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan berkelanjutan. Ia mengingatkan seluruh personel untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kapolri juga menyoroti meningkatnya ketegangan global, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang dinilai berpotensi memperluas dampak secara internasional.

Menurutnya, konflik tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan tekanan besar pada sektor energi di berbagai negara. Ia menyebut sejumlah negara, termasuk di kawasan Asia, telah menetapkan status darurat energi nasional.

Selain itu, beberapa negara mulai menerapkan kebijakan penghematan energi hingga pembatasan aktivitas masyarakat. Bahkan, pengaturan sistem kerja seperti work from home (WFH) mulai diberlakukan di sejumlah wilayah, termasuk di Indonesia dengan skema kombinasi WFH dan work from office (WFO).

Sigit menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah untuk mengurangi dampak krisis energi, di antaranya dengan meningkatkan produksi melalui optimalisasi kilang baru serta sumur minyak lama.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG non-subsidi, yang dapat memicu reaksi masyarakat dan berdampak pada stabilitas keamanan dalam negeri.

Karena itu, ia meminta seluruh personel Brimob untuk benar-benar memahami kondisi di lapangan, termasuk potensi eskalasi yang mungkin terjadi. Selain itu, kesiapan perlengkapan operasional juga harus dipastikan agar dapat digunakan secara maksimal saat dibutuhkan.