redaksiharian.com, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Sabtu, 18 April. Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia yang diperbarui sekitar pukul 08.30 WIB, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram kini berada di level Rp2,884 juta per gram.
Jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, terjadi peningkatan baik pada harga jual maupun harga pembelian kembali (buyback). Untuk harga buyback, emas Antam tercatat berada di angka Rp2,681 juta per gram, naik sekitar Rp22 ribu. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback saat ini berkisar Rp203 ribu per gram.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada pecahan 1 gram, tetapi juga merata di berbagai ukuran lainnya. Emas Antam ukuran 0,5 gram kini dijual sekitar Rp1,492 juta. Sementara itu, ukuran 5 gram berada di level Rp14,195 juta dan ukuran 10 gram mencapai Rp28,335 juta. Untuk pecahan yang lebih besar, emas 100 gram dipasarkan dengan harga sekitar Rp282,612 juta.
Di sisi lain, harga emas ritel yang dipasarkan melalui Pegadaian menunjukkan variasi antarproduk. Berdasarkan data dari situs Sahabat Pegadaian, emas Galeri24 dibanderol sekitar Rp2,873 juta per gram. Sementara emas Antam versi ritel Pegadaian berada di angka Rp2,983 juta per gram, dan emas UBS dijual di kisaran Rp2,902 juta per gram.
Selain penjualan emas fisik, Pegadaian juga menawarkan produk tabungan emas. Untuk layanan ini, harga beli tercatat sebesar Rp27.830 per 0,01 gram, sedangkan harga jualnya berada di Rp26.430 per 0,01 gram.
Perbedaan harga antar merek emas tersebut umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti produsen, standar pencetakan, serta jalur distribusi masing-masing produk. Hal ini menyebabkan adanya selisih harga meskipun sama-sama berbentuk emas batangan.
Secara umum, pergerakan harga emas dipengaruhi oleh kondisi pasar global, termasuk fluktuasi harga emas dunia dan nilai tukar mata uang. Oleh karena itu, perubahan harga yang terjadi setiap hari menjadi hal yang wajar dalam perdagangan logam mulia.