
RedaksiHarian – Ada tiga bakal capres yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Ketiganya belum memiliki pasangan meskipun banyak rumor yang beredar.
Salah satu tokoh yang digadang-gadang menjadi bakal cawapres yaitu Yenny Wahid . Hal tersebut berdasarkan pernyataannya yang siap untuk mendampingi sebagai wakil.
Pernyataan tersebut ditanggapi Ujang Komarudin. Ia menilai jika Yenny Wahid memberikan sinyal bagus untuk semua bakal capres .
ADVERTISEMENT
“Ini sinyal yang bagus bagi tiga bakal capres yang sudah mengantongi tiket capres yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto. Ketiga bakal capres ini berebut figur pendamping dari kalangan nahdliyin,” kata Ujang Komarudin.
Pada saat ini, sudah ada beberapa koalisi yang terbentuk dari partai pengusung bakal capres . Untuk pendukung Anies Baswedan, ada tiga partai yang bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yaitu PKS, NasDem, dan Demokrat.
Pengusung Prabowo Subianto bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang terdiri dari Gerindra dan PKB, serta Golkar dan PAN yang baru saja menyatakan dukungan. Sementara itu, pengusung Ganjar Pranowo yaitu koalisi PDIP dengan PPP.
“Semua bakal capres dengan koalisi yang telah terbentuk menginginkan calonnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Tokoh NU ini kan banyak yang muncul di berbagai survei,” ujar Ujang Komarudin.
Tokoh NU yang muncul di berbagai survei yaitu Gubernur Jawa Timur Khofifah, Kiai Said Aqil Siradj, Ketum PB NU, Yahya Cholil Staquf, dan lainnya. Namun, dari para tokoh tersebut, baru Yenny Wahid yang menyatakan siap menjadi bakal cawapres .
“Tentu ini bisa menjadi pertimbangan bagi para bakal capres yang ada,” ucap Ujang Komarudin.
Ujang Komarudin berujar jika Yenny Wahid mewakili kaum nahdliyin. Hal tersebut dinilai dari salah satu faktor pendukungnya yaitu ayahnya yang juga mantan presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum PBNU.
“Mbak Yenny Wahid ini sangat mewakili kaum nahdliyin meskipun saat ini tidak berada di struktural. Namun, dia ini dianggap mewakili NU karena bapaknya mantan Ketum PBNU dan kakek buyutnya pendiri NU,” tutur Ujang Komarudin.***