/photo/2023/07/18/2264788457.jpeg)
RedaksiHarian – PIKIRAN RAKYAT – Lebih dari 7.000 pemuda di Jawa Barat dan Jawa Timur mendapat kesempatan pelatihan, program magang, pekerjaan, dan mendirikan wirausaha di bidang teknologi informasi melalui program Work In Tech . Program ini diinisiasi oleh Yayasan Plan International Indonesia , organisasi yang bergerak untuk memperjuangkan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan dan kaum muda, bekerja sama dengan INCO Academy.
Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, Work In Tech merupakan bentuk kontribusi pihaknya dalam memfasilitasi anak- anak muda di Indonesia agar siap terjun ke dunia kerja di bidang teknologi informasi.
“Program ini dimulai sejak Desember 2021, dengan komitmen untuk mengembangkan kemampuan IT support dari 10 ribu anak muda di Jawa Timur dan Jawa Barat, khususnya pelatihan teknis mentoring, pendampingan, serta akses magang di bidang teknologi informasi,” kata Dini Widiastuti dalam sambutannya pada acara penutupan Work In Tech di Kota Bandung, Selasa, 18 Juli 2023.
ADVERTISEMENT
Pada praktiknya, dikatakan Dini Work In Tech mendapat sambutan positif dari kaum milenial. Bahkan diikuti lebih dari 14 ribu peserta di dua provinsi tersebut. Dini optimistis Work In Tech dapat mengantarkan Indonesia berkontribusi dan dipercaya oleh berbagai pihak untuk bersama-sama mengasah keterampilan anak muda mengakses lapangan kerja di bidang teknologi informasi dan elektronik.
Baca Juga: Akses Threads Bagi Pengguna Eropa Diblokir, Meta Bongkar Penyebabnya
“Dengan dukungan yang tepat kami yakin anak muda dari berbagai kalangan, berbagai kelompok bisa difasilitasi, dan didukung untuk bisa mengakses pekerjaan,” ucapnya.
Adapun program ini sejak awal diluncurkan telah diikuti 14.854 peserta di Jawa Barat dan Jawa Timur. Dari jumlah itu, 7.800 peserta dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, dan 3.936 peserta di antaranya mendapat peluang transformatif seperti mendapatkan kesempatan magang, pekerjaan, memulai wirausaha, dan melanjutkan ke tingkat pendidikan lanjutan.
Selain itu, program Work In Tech ini telah menghasilkan sejumlah karya inovatif dari para kaum milenial. Beberapa di antaranya ditampilkan dalam acara penutupan Work In Tech yang digelar di dua kota, yakni Bandung dan Surabaya.
Di antaranya adalah aplikasi pemilah sampah bernama Pressbot, penyedia kos-kosan bernama KosanQ, penghitung bobot hewan ternak, difabel, dan layanan sistem pembayaran berbasis elektronik. Deretan hasil karya tersebut merupakan lima karya inovatif terbaik dari program Work In Tech di Jawa Barat yang rencananya akan dikembangkan lebih lanjut bersama pihak swasta, pemerintah, dan stakeholder lainnya.
Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Barat, Sudianti mengaku terkesan dengan deretan karya inovatif anak- anak muda tersebut. Dia berharap kegiatan kolaboratif seperti ini bisa terus terjalin untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Dini mengatakan para alumni Work In Tech ini akan diupayakan oleh pihaknya diberi kesempatan bekerja sama dengan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemprov Jabar.
“Seperti tadi ada pengolahan sampah nanti kita hubungkan dengan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, kemudian yang kaitannya menghitung bobot ternak, nanti kita hubungkan dengan Dinas Peternakan, lalu ada aplikasi produk difabel kita hubungkan dengan Dinas Sosial, dan aplikasi tentang kosan serta penyedia pembayaran nanti kita coba hubungkan juga dengan Dinas Koperasi dan UKM,” tuturnya.***