
RedaksiHarian – Adu argumen antara Wasekjen Demokrat , Jansen Sitindaon dengan Yenny Wahid di Twitter masih berlanjut. Yenny yang awalnya menegaskan dirinya tak menyodorkan diri sebagai cawapres Anies Baswedan mendapatkan jawaban dari Jansen.
Dalam unggahan Twitter pribadinya pada 11 Agustus 2023, Jansen Sitindaon menyinggung soal dukungannya dalam Pilpres 2024 mendatang. Wasekjen Demokrat itu menegaskan bahwa dirinya akan tetap berpegang teguh pada janji koalisinya yakni memilih pemimpin yang dinilai bisa membawa perubahan.
Jansen Sitindaon tak ingin mendukung kandidat Pilpres 2024 yang merupakan bagian dari rezim saat ini. Wasekjen Demokrat itu menyebut dirinya sangat menghargai sikap yang diambil oleh Yenny Wahid .
ADVERTISEMENT
Dalam pernyataannya soal jawaban Yenny Wahid yang tak menyodorkan nama, Jansen membalasnya dengan menuturkan 4 poin panjang. Yang intinya, pihaknya tak ingin memilih orang yang tergabung dalam rezim Jokowi.
“Hehe. Ampunn mbakk. Krn ini soal sikap, keyakinan dan pilihan politik — bukan argumen soal opini atau kebijakan — sebenarnya tidak perlu ada yg diperbedatkan. Saya juga sepenuhnya menghargai sikap yg jenengan ambil mbak, termasuk soal akan mendukung atau tidak mendukung siapa,” kata Jansen dalam menuturkan 4 poin tanggapan bagi Yenny di Twitter.
Pernyataan dari Jansen tersebut langsung ditanggapi oleh Yenny Wahid . Menurut putra kedua Gus Dur itu, pernyataan dari Jansen tidak menjawab argumen yang dilontarkan Yenny sebelumnya.
“Saya pusing Mas Jansen, baca tanggapannya. Muter muter kayak tong setan di pasar malam,” ujar Yenny Wahid di Twitter pada 12 Agustus 2023.
Sontak saja adu argumen antara Jansen Sitindaon dan Yenny Wahid di Twitter langsung jadi sorotan warganet. Tak sedikit yang turut merasa bahwa argumen dari Jansen terlalu panjang dan tidak menjawab pernyataan dari Yenny.
Adu argumen antara Yenny Wahid dan Jansen Sitindaon ini bermula saat Wasekjen Demokrat itu dengan tegas menolak apabila Yenny masuk kandidat bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan. Meski Yenny dirasa memenuhi kriteria cawapres, Jansen tak ingin pasangan Anies berasal dari rezim saat ini.
“Mbak Yenny buat saya bagus. Bahkan lengkap sekali dgn segala atribusi yg melekat dalam diri beliau. Namun utk posisi Wapres di koalisi perubahan, buat saya beliau tidak pas, tidak cocok. Mungkin cocoknya di koalisi yg lain,” ujar Jansen pada 9 Agustus 2023.
“Jadi bagi para peminat, jika diri anda selama ini tidak merepresentasikan perubahan — apalagi jadi bagian dan ikut menikmati rezim ini — saya pribadi berharap anda cari koalisi lain saja jika mau jadi Cawapres,” kata Jansen menambahkan.
Yenny Wahid pun membalas dan menegaskan bahwa dirinya bahkan tak berminat menjadi pasangan Anies. Dia justru mendukung sepenuhnya jika Anies dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono di Pemilu 2024 mendatang.
“Saya gak pernah nyodorin diri jadi cawapres mas Anies lho.. saya cuma merespon lamaran yang datang. Justru saya mendukung mas AHY jadi cawapres Mas Anies. Kalau situ belum apa2 udah menolak saya, pas bossmu butuh dukungan, saya emoh lho,” kata Yenny menjawab dengan tegas.***