redaksiharian.com, Palembang – Masyarakat Uni Emirat Arab dilaporkan mengubah rencana liburan Idul Fitri tahun ini akibat situasi keamanan yang dipengaruhi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Banyak warga kini lebih memilih berlibur di dalam negeri atau melakukan perjalanan jarak dekat melalui darat dibandingkan bepergian ke luar negeri.

Menurut laporan Gulf News, minat terhadap perjalanan udara untuk tujuan rekreasi selama Lebaran mengalami penurunan signifikan, meskipun penerbangan masih berjalan secara terbatas. Survei dari Platinumlist menunjukkan sekitar 73 persen warga UEA berencana merayakan Idul Fitri di dalam negeri, sementara hanya 9 persen yang tetap berniat bepergian ke luar negeri.

Perubahan ini cukup kontras dibandingkan tahun sebelumnya, ketika perjalanan internasional jarak dekat lebih diminati. Bagi mereka yang memilih tetap di dalam negeri, sebagian besar menyebut faktor keamanan, gangguan penerbangan, serta kekhawatiran terjebak di luar negeri sebagai alasan utama. Sisanya lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga atau menikmati suasana liburan yang lebih tenang.

Situasi ini tidak lepas dari konflik regional yang meningkat sejak akhir Februari 2026, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan menggunakan rudal dan drone di kawasan Teluk, yang berdampak pada penutupan sementara wilayah udara di UEA dan negara sekitarnya.

Penutupan tersebut sempat menyebabkan gangguan penerbangan, termasuk pengalihan rute dan pengurangan jadwal maskapai. Meski kini kondisi mulai berangsur stabil, operasional penerbangan tetap dijalankan dengan protokol keamanan yang ketat.

Di tengah keterbatasan perjalanan, aktivitas sosial tetap menjadi pilihan utama. Sekitar 68 persen warga berencana merayakan Idul Fitri bersama keluarga atau teman dalam kelompok kecil. Kegiatan yang paling diminati adalah makan di luar (58 persen), diikuti aktivitas luar ruangan (41 persen).

Minat terhadap hiburan juga masih cukup tinggi. Sekitar 26 persen responden mengaku tertarik menghadiri pertunjukan musik langsung, sementara lainnya mempertimbangkan konser, taman hiburan, atau acara komedi.

Pihak penyelenggara acara menilai bahwa minat masyarakat tidak hilang, melainkan bergeser ke aktivitas yang dianggap lebih aman dan nyaman. Hal ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap makan malam keluarga dan acara berskala kecil.

Di sektor perjalanan, agen wisata menyebutkan bahwa permintaan perjalanan kini lebih banyak didominasi oleh kebutuhan mendesak dibandingkan wisata. Penerbangan tetap berjalan, namun jumlah penumpang relatif terbatas.

Tren staycation pun semakin meningkat selama periode Idul Fitri ini. Destinasi seperti Ras Al Khaimah, Umm Al Quwain, dan Ajman menjadi pilihan populer bagi warga yang ingin berlibur tanpa harus bepergian jauh.

Selain itu, harga hotel di beberapa kawasan, termasuk Palm Jumeirah, dilaporkan mengalami penurunan, bahkan hingga setengah dari harga normal. Banyak hotel juga menawarkan promo tambahan seperti kredit makanan dan minuman untuk menarik pengunjung.

Tak hanya itu, sebagian warga juga memilih melakukan perjalanan darat ke negara tetangga seperti Oman. Permintaan visa ke Oman meningkat karena banyak yang merencanakan liburan akhir pekan panjang di sana. Berbagai akomodasi seperti hotel, vila, hingga resor di Oman pun dilaporkan mengalami lonjakan peminat.

Meski demikian, sebagian masyarakat masih bersikap hati-hati dalam merencanakan perjalanan. Banyak yang memilih menunggu perkembangan situasi, terutama terkait pembukaan wilayah udara dan stabilitas operasional maskapai.