RedaksiHarian – Beberapa warga eks Kampung Bayam memutuskan bermukim di sekitar area Jakarta International Stadium ( JIS ) dengan mendirikan tenda. Seorang penghuni Agus Ariyanto (42) mengaku telah tinggal di tempat itu sejak November 2022 karena belum jelasnya kampung susun Bayam yang sempat dijanjikan Pemprov DKI.

Menurut Agus warga dijanjikan tinggal di kampung susun Bayam tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Menurutnya pada November tahun lalu, pemkot Jakarta Utara sempat mengabarkan warga bahwa kampung susun tersebut dapat ditempati.

“Tapi sampai saat ini belum ada titik terangnya,” kata Agus saat ditemui, Selasa, 15 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Tenda yang ditempati Agus juga diisi oleh 5 KK lain. Menurutnya ada 20 anak-anak yang tinggal di tempat tersebut. Sementara itu ada 642 KK atau 1.612 jiwa di Kampung Bayam tergusur karena proyek pembangunan JIS .

Agus menyadari bangunan tenda merupakan ilegal. Menurut Agus alasan dia dan warga lainnya mendirikan tenda tersebut karena tidak punya tempat menetap lain.

Adapun JIS menjadi salah satu venue pertandingan sepak bola Piala Dunia U-17 2023 yang rencananya berlangsung pada November mendatang. Agus tidak mempermasalahkan apabila aparat membongkar tenda yang dia tempati seiring adanya pertandingan sepak bola itu.

Jika demikian, ia mengaku bakal membangun kembali tenda dan menempatinya hingga akhirnya diberikan akses masuk ke rumah susun.

“Kalau dibongkar kami akan berdirikan kembali tenda di sekitar stadion,” ucapnya.

Adapun Agus merupakan salah satu dari tujuh penggugat terkait gugatan terhadap Pemprov DKI yang tak kunjung memberikan hak tinggal di Kampung Susun Bayam ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Warga mendatangi PTUN Jakarta pada Senin, 14 Agustus 2023 untuk mengambil surat perkara laporan nomor 379/G TF./2023/PTUN-JKT. Aksi damai kembali digelar lantaran Pemprov DKI dan PT Jakpro belum merealisasikan hak hunian rusun Kampung Susun Bayam yang sebelumnya pernah dijanjikan.

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum mengimbau warga Kampung Bayam menempati Rusunawa Nagrak sebagai tempat tinggal seterusnya.

“Tugas DPRKP memberikan solusi hunian di Rusunawa Nagrak, apabila warga bersedia menempati Rusun Nagrak,” katanya dikutip dari Antara.

Retno menambahkan pihak Pemprov akan menyediakan tempat usaha kepada warga Kampung Bayam apabila mau menempati Rusunawa Nagrak. “Di lantai dasar dapat digunakan untuk ruang usaha,” katanya.***