RedaksiHarian – Petarung MMA Indonesia Vincent Majidyang mengusung misi balas dendam siap menumbangkan petarung asal Mongolia Tumurkhuyag Ganbayer dalam Brave Combat Federation 76 di Balai Sarbini, Jakarta, 25 November.
“Jadi saya pernah bertemu dia di Singapura pada 2019 di kejuaraan warrior series. Waktu itu saya kalah TKO. Makanya waktu ketemu sama dia langsung oke saja. Ini dendam tiga tahun ditahan mau ribut. Cuma dendamnya positif,” kata Vincent Majid kepada pewarta, Jumat.
Petarung berjuluk “Jack Hammer” tersebut akan turun di kelas berat 120 kgBrave Combat Federation 76.
“Sejauh ini persiapan sudah sesuai rencana baik dari segala aspek kekuatan dan daya tahan tinggal bertarungnyasaja. Pastinya untuk melawan dia harus menyiapkan rencana pertandingan dan tidak melakukan kesalahan seperti tiga tahun lalu,” ungkap petarung berusia 34 tahun itu.
“Jack Hammer” yang memegang rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pencapaiannya menjuarai 12 ajang cabang olahraga beladiri tersebut akan menyiapkan beladiri karate, judo, dan sambo untuk menghadapi Ganbayer.
“Sudah banyak basic beladiri jadinya campur. Saya sendiri pemegang rekor MURI 12 cabang olahraga beladiri makanya basicnya sudah campuran. Cuma yang paling kental karate, judo sama sambo,” ungkap Vincent Majid.
Dalam keikutsertaannya yang kedua di Brave Combat Federation 76, Vincent menargetkan untuk menjadi juara dan mengandaskan Ganbayer.
“Saya bersyukur sekali karena turnamen ini menjadi pintu kami (petarung MMA) menuju internasional, yang mana kita semua tahu jebolan (turnamen) Brave ini gila-gila (hebat) semua. Saya sendiri di sini bukan mau tanding saja tapi memang menargetkan juara,” kata Vincent.
Ke depannya Vincent mengharapkan memperoleh kontrak eksklusif dari Brave Combat Federation sehingga mampu bertarung di ajang Brave yang dilangsungkan di sejumlah negara.