RedaksiHarian – Tak hanya satu, sebanyak tiga orang diamankan atas dugaan keterlibatan dalam kasus penculikan dan penganiayaan yang menewaskan pria asal Aceh bernama Imam Masykur (25).

Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan segera diproses secara hukum.

“Tersangkanya yang sudah diamankan tiga orang,” ucap dia.

ADVERTISEMENT

Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar menerangkan, dari tiga pelaku, hanya satu orang yang berstatus sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

“ TNI semua ketiganya. Satu yang dari Paspampres yang lain bukan,” katanya.

Sementara dua lainnya merupakan anggota TNI yang bertugas di direktorat berbeda.

“(Dua tersangka lain) Dari kesatuan Direktorat Topografi sama satuan Kodam Iskandar Muda,” ucap dia.

Komandan Paspampres , Mayjen Rafael Granada Baay memastikan, pihaknya akan bersikap transparan dalam menangani kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu anggotanya hingga menyebabkan salah seorang pria tewas.

Rafael menyebut, saat ini terduga pelaku berinisial Praka RM sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

Praka RM dibawa ke Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) pasca beredarnya kabar pembunuhan terhadap pria asal Aceh bernama Imam Masykur (25).

“Terduga saat ini sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk diambil keterangan dan kepentingan penyelidikan,” tuturnya.

Ke depannya, Pomdam Jaya akan fokus menyelidiki ada atau tidaknya keterlibatan Praka RM dalam kasus kematian Imam.

“Saat ini pihak berwenang yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan ,” ucap dia.

Terkait proses hukum yang tengah dijalani oleh salah satu anggotanya, Danpaspampres berjanji akan menindak yang bersangkutan dengan tegas dan mengedepankan transparansi untuk mengungkap kebenaran.

“Apabila benar-benar terbukti adanya anggota Paspampres melakukan tindak pidana seperti yang disangkakan di atas, akan diproses secara hukum yang berlaku tegas, dan transparan,” ucap dia.***