redaksiharian.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan rencananya untuk mengkaji ulang bahkan mengurangi kontribusi negaranya kepada NATO. Sikap ini muncul setelah ia merasa tidak mendapat dukungan dari aliansi tersebut dalam konflik dengan Iran.
Dalam pernyataannya di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan mulai mengawasi secara ketat pengeluaran dana yang dialokasikan untuk NATO.
Ia menilai selama ini Amerika Serikat telah mengeluarkan dana dalam jumlah sangat besar untuk mendukung pertahanan aliansi, termasuk dalam menghadapi Rusia. Menurutnya, kontribusi tersebut sudah melampaui batas yang seharusnya.
Kekecewaan Trump memuncak karena ia merasa negara-negara anggota NATO tidak memberikan dukungan saat Amerika Serikat membutuhkan bantuan, khususnya dalam konflik dengan Iran. Ia menyebut bahwa ketika situasi memanas, aliansi tersebut tidak berada di pihak AS.
Dalam konflik tersebut, Trump sempat meminta negara-negara Barat untuk membantu pengamanan di Selat Hormuz. Namun, sebagian besar anggota NATO menolak terlibat karena khawatir terseret ke dalam konflik yang lebih luas.
Kondisi ini memicu kritik keras dari Trump terhadap NATO. Bahkan, laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa ia mempertimbangkan untuk menarik pasukan AS dari negara-negara anggota yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan Washington.
Di sisi lain, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa opsi untuk menarik Amerika Serikat keluar dari NATO juga tengah dipertimbangkan.
Isu pembagian beban biaya pertahanan sebenarnya bukan hal baru dalam kebijakan Trump. Sejak kembali menjabat, ia kerap menyoroti ketimpangan kontribusi antarnegara anggota NATO dan menganggap sistem yang ada tidak adil bagi AS.
Sebagai respons atas tekanan tersebut, pada KTT NATO Juni 2025, negara-negara anggota akhirnya sepakat untuk meningkatkan anggaran pertahanan masing-masing hingga mencapai lima persen dari produk domestik bruto (PDB).
Langkah ini mencerminkan ketegangan yang terus berkembang antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dalam aliansi pertahanan tersebut.