
RedaksiHarian – Selain itu, kecelakaan tersebut juga menyebabkan 17 orang lainnya luka-luka. Oleh karena itu, sampai saat ini, tercatat bahwa jumlah sementara korban tewas dan luka-luka atas kecelakaan tersebut ada 19 orang.
Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Iptu Wihandoko mengatakan bahwa kini pihaknya masih berkoordinasi dan mengecek sejumlah rumah sakit atau tempat perawatan lainnya dengan tujuan untuk mendata korban .
“Data sementara dua orang meninggal dunia,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada Jumat, 25 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Baca Juga: Pihak Sultan Korban Kabel Optik Penuhi Panggilan Polisi, Kuasa Hukum: Pemilik Kabel, Kalau Perlu Minta Maaf
“Kami masih lakukan koordinasi, semoga itu saja yang menjadi korbannya. Mohon doanya ya,” ujarnya melanjutkan.
Dalam kecelakaan tersebut, truk tangki air itu diketahui juga menabrak satu sepeda motor yang sedang terparkir di pinggir jalan. Kecelakaan itu pun diduga terjadi lantaran truk mengalami rem blong.
Mulanya, truk berjalan ke arah Desa Sajen dari selatan. Kemudian, saat berada di persimpangan arah ke Desa Sajen, truk tersebut mengalami permasalahan rem. Di satu sisi, saat itu di lokasi kejadian banyak masyarakat yang sedang berkumpul.
Baca Juga: Toyota Perkenalkan Mobil Hybrid dan Layanan Shuttle Elektrik Gratis di Ubud, Beroperasi Mulai September 2023
Sebelumnya, sejumlah video amatir tersebar luas di sejumlah grup WhatsApp.Video tersebut memperlihatkan detik-detik usai terjadinya kecelakaan maut tersebut. Terlihat para warga berhamburan di jalan raya dan berusaha untuk menolong korban .
Tak hanya itu, seorang ayah yang sedang menggendong anaknya yang terluka pun ikut terekam kamera.
“‘Digowo nang (dibawa ke) Puskesmas,” ucap seseorang dalam video tersebut.
Kini, petugas kepolisian setempat pun telah mengevakuasi truk yang mengalami kecelakaan tersebut.***