
RedaksiHarian – Karyawan Petco di Maine, Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan kedatangan pelanggan tak biasa. Hal tersebut bermula saat seorang wanita datang membawa rakun liar ke tempat itu.
Departemen Perikanan & Margasatwa (CDC) Pedalaman Maine mengunggah momen kedatangan wanita itu ke halaman Facebook. Mereka menegaskan bahwa apa yang dilakukan wanita itu adalah tindakan ilegal dan berpotensi menyebarkan rabies .
“Merupakan tindakan illegal bahwa seseorang memiliki satwa liar di Maine, dan Petco tidak memotong kuku rakun ,” kata agen satwa liar dalam sebuah unggahan Facebook, dikutip pada Kamis, 24 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Kedatangan wanita itu ke Petco membuat orang-orang di sekitar justru merasa penasaran. Tak sedikit yang menghampirinya, hingga memegang dan bahkan menicum rakun liar itu.
“Banyak orang yang berbeda memegang rakun itu, dan beberapa di antaranya bahkan menciumnya,” kata manajer Petco.
Tak lama, manajer toko meminta wanita dan rakun liar itu untuk pergi meninggalkan toko.
Kemudian, dia segera menelepon CDC untuk memberi tahu mereka mengenai seorang wanita yang membawa rakun liar, sekaligus melaporkan potensi penyebaran rabies .
Setelah menjalani tes, rakun liar itu dinyatakan negatif rabies . Sehingga pengunjung Petco pada hari itu tidak perlu menjalani perawatan medis.
Kendati demikian, CDC mengingat masayrakat untuk berperan aktif menjaga satwa liar untuk tetap berada di habitatnya. Apalagi, rakun merupakan salah satu hewan pembawa rabies yang paling umum di Maine.
Rabies bisa menular melalui air liur hewan yang terinfeksi atau jaringan saraf. Selain itu, bisa pula ketika air liur itu bersentuhan melalui gigitan atau cakaran, luka di kulit, masuk ke mata, hidung atau mulut.
Hingga saat ini, pihak berwajib masih mencari keberadaan wanita yang membawa rakun liar ke Petco itu. (Aulia Yasmin)***