RedaksiHarian – Kuasa hukum selebgram Oklin Fia , Budiansyah mengatakan bahwa konten jilat es krim dibuat hanya untuk lucu-lucuan dan tidak bermaksud merendahkan atau menghina agama tertentu.

“Ya buat happy-happy, buat lucu-lucuan saja. Tidak maksud untuk mengjina agama tertentu,” kata Budyansyah kepada wartawan dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis 24 Agustus 2023.

Budiansyah juga menekankan bahwa Oklin Fia merasa menyesali perbuatannya. Bahkan ia sampai mengurung diri karena konten jilat es krimnya viral.

“Yang bersangkutan ini mengurung diri dan sudah menonaktifkan seluruh akun media sosial, baik TikTok maupun Instagramnya,” kata Budiansyah.

Budiansyah juga mengatakan bahwa konten video jilat es krim tersebut tidak pernah disebar luaskan oleh kliennya. “Itu tidak disebarluaskan oleh Oklin sendiri, melainkan itu dipublish oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Budiansyah.

Diketahui, selebgram Oklin Fia dipolisikan oleh Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Gurun Arisastra.

Laporan yang dilayangkan tersebut sudah teregister dengan nomor LP/B/2020/VIII/2023/SPKT POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA dengan penyertaan yang dinilai melanggar kesusilaan yakni Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 UU ITE.

Selebgram Oklin Fia menyampaikan permintaan maaf setelah konten jilat es krim dekat kemaluan pria viral di media sosial. Oklin Fia mengakui merasa ketakutan akibat sorotan dari publik.

“Saya masih diberikan kekuatan dan kesempatan untuk dapat bertemu dengan masyarakat luas, untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung setelah sebelumnya mengurung diri karena takut dan trauma, 3 hari terasa 3 tahun harus bagaimana menghadapi cacian yang saya terima,” kata Oklin Fia .

Oklin Fia menyadari dampak gaduh yang dihasilkan oleh tindakannya dan bagaimana hal tersebut menyebar di media sosial. Ia menganggapnya sebagai sebuah teguran dari Tuhan.

“Alhamdulillah tanpa henti saya bersyukur dan menyadari ini merupakan salah satu bentuk peringatan dari Allah untuk saya dapat kembali menjadi manusia yang lebih baik dan dijauhkan dari sifat zalim, menjadi introspeksi dalam berperilaku baik ke depannya,” tuturnya.***