redaksiharian.com – Parapuan.co – Ketika berada di dapur, kita sering menjumpai bau tak sedap.

Terkait bau tak sedap tersebut, apakah kamu mengetahui penyebabnya?

Penyebab paling umum ialah karena penumpukkan sisa makanan di wastafel sehingga bau dapur jadi tak mengenakan.

Usai makan, kamu mungkin tak langsung mencuci piring atau membuang sisa makanan.

Meninggalkan piring dan sisa makanan yang ada di wastafel adalah pilihan yang kurang tepat.

Sebab, hal tersebut akan menyebabkan dapur jadi berbau tak sedap.

Selain karena penumpukan makanan, ada penyebab lain bau tak sedap di dapur.

Melansir dari laman Kompas.com, berikut penyebabnya:

Sampah

Hampir 75 persen sampah di dapur menjadi penyebab bau tak sedap.

Tong sampah merupakan wadah pembuangan, baik limbah organik maupun non organik yang sebelumnya kita gunakan.

Meskipun normal, penting bagi Kawan Puan untuk segera membuang sampah di dalam rumah.

Terutama jika terdapat air dalam sampah di dapur.

Ini akan membuat bau tak sedap semakin tajam.

Jangan lupa setelah membuang seluruh isi sampah untuk segera cuci, keringkan, dan alasi dengan menggunakan plastik saat akan digunakan kembali.

Genangan

Selain sampah, genangan di wastafel juga menjadi penyebab bau tak sedap di dapur.

Genangan ini muncul karena wastafel yang bocor.

Kebocoran pada wastafel akan membuat area sekitar dapur menjadi lembap dan menjadi lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk bertumbuh.

Makanan yang Membusuk

Terkahir, makanan yang membusuk juga menjadi penyebab lain.

Hendaknya, kamu memeriksa dengan teliti bagaimana kualitas makanan yang akan disantap maupun disimpan.

Hal ini dikarenakan bahwa tak hanya tempat sampah, tetapi aroma tak sedap juga bisa datang dari makanan yang membusuk.

Selain itu, ada pula bumbu dapur yang cepat membusuk dan menimbulkan bau tak sedap.

Makanan yang dibiarkan terlalu lama di luar atau di dalam kulkas perlahan akan membusuk.

Untuk itu, periksa dengan teliti makanan atau bumbu dapur yang kamu simpan.

Itu tadi tiga penyebab bau tak sedap di dapur. Jadi, perhatikan dengan baik, Kawan Puan.

(*)