RedaksiHarian – Menteri Pertanian (Mentan)Syahrul Yasin LimpoatauSYLmengaku sangat lelah menghadapi kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan), yang diduga melibatkan dirinya, apalagi ketika hal itu terkuak saat diasedang dinaske luar negeri.
“Beri saya kesempatan. Saya belum ada istirahat ini, karena tadi juga saya diperiksa di Polda, dan capek banget rasanya saya menghadapi ini semua,” kata SyahrulYasin Limpousai menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Kamis.
Syahrul Yasin Limpobaru tiba kembali di Tanah Airpada Rabu sore (4/10) setelah melakukan perjalanan dinas ke Almeria, Spanyol, dan Roma, Italia sejak tanggal 24 September 2023.
Di Almeria, dia mengunjungi model pertanian screen house hortikultura sebagai salah satu upaya untuk menguatkan sektor pertanian lintas negara, berdasarkan undangan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
Kemudian, dia juga menghadiri Global Conference on Sustainable Livestock Transformation di Roma, Italia, di mana Indonesia menerima penghargaan dari FAO atas kontribusi dan konservasi pengembangan Plasma Nutfah Sapi Bali selama 13 tahun terakhir periode 2010-2022.
“Saya baru pulang dari Romamendapatkan penghargaan dunia atas nama Bapak Presiden (Joko Widodo). Indonesia memiliki best practice dalam pengendalian berbagai hama penyakit, baik unggas maupun hewan besar, dan itu mendapatkan apresiasi dunia,”kata mantan gubernur Sulawesi Selatan itu.
Selain itu, Syahruljuga melangsungkan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu untuk memperkuat Kerja Sama Proyek Selatan Selatan dan Triangular (KSST), yang meliputi kawasan Pasifik, baik di selatan Afrika dan selatan Asia.
Kemudian, diajuga melakukan pertemuan secara bilateral dengan menteri dari Italia,Spanyol, serta perwakilan dari Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD) guna mendiskusikan isu perubahan iklim yang menjadi perhatian Indonesia dan dunia.
“Dan, salah satu yang menjadi kesepakatan di forum FAO adalah atas inisiatif kita (Indonesia) bahwa tidak boleh ada negara yang bisa jalan sendiri menghadapi climate change,” ujarnya.
Syahrul Yasin Limpomenjadi sorotan publik akhir-akhir ini karena diadinyatakan hilang kontak di luar negeri oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick HasnulQolbi.
Terkait kasus dugaan korupsi di Kementan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinasnya di Kompleks WidyaChandra, Jakarta, pada Kamis (28/9) dan Jumat (29/9). Saat penggeledahan itu, Syahrul Yasin Limpo sedang berada di Spanyol.
SyahrulYasin Limpo, yang dijadwalkan pulang pada Minggu (1/10) itu baru tiba diTanah Air pada Rabu malam (4/10) melalui Bandara InternasionalSoekarno-Hatta, Tangerang, Banten.