RedaksiHarian – Ibarat ulangan kejadian pada masa lampau MotoGP menurunkan kubikasi mesin motor dari 1000cc menjadi 850cc.

Perubahan ini dilakukan demi mengurangi kecepatan puncak motor.

Walau secara statistik mengagumkan, kecepatan motor yang makin tinggi juga berbahaya karena memerlukan jalur penyelamat yang lebih luas.

Perlu dicatat pula bahwa hal ini pernah terjadi sebelumnya pada 2007 di mana spesifikasi motor kelas MotoGP mengalami pemangkasan dari 990cc menjadi 800cc.

Meski begitu, catatan waktu lap tetap mengalami peningkatan. Walau kecepatan puncaknya lebih pelan, pabrikan mengambil margin di kecepatan tikungan.

Bedanya, kali ini ukuran bore alias diameter piston juga dikurangi dari 81mm menjadi 75mm agar performa motor dapat ditekan.

Selain itu alokasi mesin dalam satu musim juga berkurang dari 7 menjadi 6.

Motor yang lebih pelan tak selamanya buruk.

Jawara lomba, Marc Marquez, berkata bahwa pertunjukan lebih penting daripada kecepatan. Pada akhirnya, orang-orang datang menonton balapan untuk aksi salip-menyalip.

“Orang-orang di TV tidak akan menyadari apakah kita melaju di kecepatan 360kpj atau 340kpj. Itu masih di atas 300!” ucapnya pada awal tahun ini, dilansir dari Crash.net.

Marquez sendiri lebih menyoroti dampak kecepatan yang disebabkan teknologi aerodinamika. Menurutnya, aspek itulah yang harus ditekan.

Dengan kemudahan yang ditawarkan dalam pengereman dan akselerasi, pembalap sulit menciptakan keunggulan di lintasan untuk menyalip lawan di depannya.

“Menurut saya, hal pertama yang perlu dikurangi adalah aerodinamika,” kata Juara Dunia delapan kali tersebut.

“Untuk masa depan MotoGP, saya tidak tahu apakah saya masih di sini, tapi dalam 2, 3, 4 tahun, kita perlu mengurangi aerodinamika.”

Doa Marquez terkabul mulai musim 2027, tiga tahun lagi dan ketika sosok yang dijuluki Bayi Alien ini akan berulang tahun ke-34.

Ukuran lebar fairing depan akan dikurangi sebanyak 50mm dan batas bagian hidung didorong ke belakang sejauh 50mm.

Menurut MotoGP.com, perubahan ini mengurangi efek aerodinamika di lintasan lurus dan area pengereman sehingga mendorong lebih banyak aksi overtake.

Komponen aero di bagian buritan motor yang tidak tersentuh juga akan mendapat pembatasan update dengan setiap tim hanya bisa menggantinya sekali saat musim berjalan.

Bagian lain yang dicekal adalah ride height device, peranti yang menekan suspensi motor untuk mencegah wheelie ini dilarang mulai tahun 2027.

Holeshot device yang membantu pembalap saat melakukan start juga dilarang. Dengan ini, kemampuan pembalap dijanjikan akan lebih banyak berbicara.

Terobosan lain yang dipersiapkan untuk 2027 adalah data GPS yang lebih terbuka, di mana posisi pembalap dalam satu waktu.

Setiap tim bakal bisa melihat data GPS dari pembalap-pembalap tim lainnya setelah sesi berakhir. Fitur ini akan berguna bagi tim yang sedang tertinggal.

Adapun aturan konsesi MotoGP tidak akan diubah. Hanya saja, setiap tim akan memulai dari rank B pada awal musim 2027.

Selain itu kapasitas tangki bahan bakar dikurangi dari 22 liter menjadi 20 liter. Sementara untuk sprint batasnya adalah 11 liter. Bahan bakar motor akan 100 persen ramah lingkungan.

– 170 pasang ban untuk tes- hanya bisa memakai pembalap penguji saat tes privat- hanya bisa memakai 3 sirkuit grand prix untuk tes privat- tanpa wildcard- alokasi mesin 7 sampai 8 per musim- pembekuan mesin saat kejuaraan berlangsung- sekali pembaruan aero

– 190 pasang ban untuk tes- hanya bisa memakai pembalap penguji saat tes privat- hanya bisa memakai 3 sirkuit grand prix untuk tes privat- alokasi wildcard 3 kali per musim- alokasi mesin 7 sampai 8 per musim- pembekuan mesin saat kejuaraan berlangsung- sekali pembaruan aero

– 220 pasang ban untuk tes- hanya bisa memakai pembalap penguji saat tes privat- hanya bisa memakai 3 sirkuit grand prix untuk tes privat- alokasi wildcard 6 kali, maksimal 3 kali di setiap paruh musim- alokasi mesin 7 sampai 8 per musim- pembekuan mesin saat kejuaraan berlangsung- sekali pembaruan aero

– 260 pasang ban untuk tes- bebas memakai pembalap reguler saat tes privat- bebas memakai sirkuit grand prix manapun untuk tes privat- alokasi wildcard 6 kali, maksimal 3 kali di setiap paruh musim- alokasi mesin 9 sampai 10 per musim- bebas dari pembekuan mesin saat kejuaraan berlangsung- dua kali pembaruan aero, saat pembaruan kedua harus membuang update sebelumnya