redaksiharian.com, Jakarta – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, kini kembali beroperasi setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana. Infrastruktur ini kini mampu menyediakan air bersih bagi hampir 3.000 kepala keluarga (KK).
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung kondisi intake Batu Lepek, salah satu komponen vital SPAM Lampahan. Intake ini berfungsi sebagai sumber pengambilan air baku sebelum dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lampahan dan kemudian didistribusikan ke masyarakat.
“Kemarin sempat rusak, tapi sekarang sudah diperbaiki dan berfungsi kembali. SPAM Lampahan kini bisa melayani hampir 3.000 KK,” ujar Dody, dikutip dari rilis resmi, Selasa (10/3/2026).
Upaya Percepatan Pemulihan Infrastruktur Air Bersih
Dody menegaskan bahwa Kementerian PU terus mendorong percepatan penanganan infrastruktur air minum agar layanan air bersih dapat kembali optimal. Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemulihan sumber air, perbaikan fasilitas pengolahan, hingga penguatan sistem distribusi.
“Selanjutnya, kami akan menambah IPA baru dengan kapasitas 20 liter per detik. Dengan begitu, air yang sampai ke rumah tangga sudah terolah dengan baik, meminimalkan risiko pencemaran atau bakteri,” jelasnya.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Tommy Permadhy, menambahkan bahwa IPA Lampahan memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Instalasi ini memiliki kapasitas antara 20–30 liter per detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 4–5 desa. “Alhamdulillah, saat ini instalasi sudah mulai difungsikan kembali,” ujarnya.
Tim BPBPK Aceh juga melakukan berbagai langkah perbaikan, seperti membersihkan material longsoran dan sedimen di area intake serta membuka kembali akses menuju lokasi agar proses perbaikan lebih optimal. Perlindungan terhadap sumber air juga dilakukan agar kualitas air tetap terjaga.
Ke depan, Kementerian PU berencana melanjutkan pemulihan dan peningkatan SPAM Lampahan, termasuk perbaikan pipa distribusi yang sebelumnya rusak akibat bencana. “Harapannya, cakupan layanan air bersih bagi masyarakat Bener Meriah dan sekitarnya bisa lebih luas,” pungkas Tommy.