redaksiharian.com – Untuk memainkan gim dengan kualitas grafis yang tinggi atau istilahnya gim berkategori AAA, sejatinya diperlukan perangkat (laptop, PC, atau ponsel pintar) dengan spesifikasi yang tinggi pula.

Sayangnya, memiliki perangkat yang mumpuni untuk bermain gim AAA masih menjadi permasalahan yang cukup menjamur di kalangan gamer di Tanah Air.

Masih tingginya harga perangkat gaming yang ada saat ini adalah salah satu masalahnya. Sebagai solusi, sejak beberapa waktu lalu telah hadir teknologi bernama cloud gaming yang mampu menjawab masalah tersebut.

Penjelasan singkatnya, teknologi cloud gaming memungkinkan siapa saja untuk memainkan gim dengan kualitas grafis tinggi, tanpa harus menggunakan perangkat yang memiliki spesifikasi tinggi. Menarik bukan?

Di Indonesia sendiri, faktanya sudah ada startup yang mengembangkan platform cloud gaming, yakni SkyeGrid.

Aktif beroperasi sejak 2017, startup ini didirikan oleh Rolly Edward (CEO dan Founder) bersama tiga rekannya. Berbasis di Jakarta, SkyeGrid juga merupakan pelopor platform cloud gaming di Indonesia.

“Sebenarnya konsep SkyeGrid sama dengan Netflix. Hanya saja, video yang tayang diperangkat pelanggan bisa digerakkan atau dimainkan. Nah, itu pun bisa terjadi karena aplikasi SkyeGrid menggunakan komunikasi dua arah secara real-time,” ujar Rolly kepada InfoKomputer.

Gim Dialirkan Melalui Server

Berdasarkan penuturan Rolly, saat ini gim yang tersedia di SkyeGrid sudah mencapai 96 gim, baik dari publisher internasional maupun lokal. Beberapa gim tersebut seperti DOTA 2, GTA 5, Apex Legends, dan lainnya.

Sedangkan untuk gim lokal beberapa judul gim yang disediakan seperti DreadOut, Pamali, Ultra Space Battle Brawl, dan lainnya.

Dari sekian banyak gim yang tersedia di SkyeGrid, Rolly mengungkapkan lima gim teratas yang paling banyak diminati oleh pelanggannya saat ini. Lima gim tersebut adalah GTA 5, PUBG (PlayerUnknown’s Battleground), Black Desert, The Witcher, dan Fortnite.

Lebih lanjut, semua gim yang disediakan tersebut pada dasarnya dialirkan ke pengguna dari server-server yang dimiliki SkyeGrid.

Dengan begitu, beban pemrosesan gim tidaklah di perangkat milik pelanggan dan itulah alasan mengapa seluruh gim bergrafis tinggi yang ada di SkyeGrid dapat dimainkan pada jenis perangkat apapun, asalkan memiliki sistem operasi berbasis Android, Windows, dan MacOS.

“Ini ‘kan gimnya di server. Beda kalau kita main gim yang diinstal di smartphone yang otomatis chipset harus kerja terus, graphic kerja terus, dan lainnya. Inilah yang jadi alasan makanya kenapa smartphone itu jadi panas dan segala kendala lainnya,” ujar Muhammad Chandrataruna selaku CCO dan Co-Founder, SkyeGrid.

Karena semua gim bekerja di server, tentunya koneksi internet merupakan hal utama yang harus diperhatikan pelanggan ketika ingin bermain gim di SkyeGrid.

Dijelaskan, data yang dibutuhkan untuk perangkat berlayar besar seperti PC atau laptop membutuhkan koneksi internet sekitar 10Mbps.

Sedangkan untuk perangkat berlayar ukuran kecil seperti ponsel pintar, dibutuhkan koneksi sebesar 5Mbps agar pelanggan mendapatkan kualitas grafis yang nyaman.

“Kuota satu gim di SkyeGrid itu rata-rata cukup besar. Untuk main satu jam saja itu dibutuhkan sekitar 1,5GB. Jadi, kalau main unlimited lebih disarankan menggunakan jaringan internet berbasis ISP (Internet Service Provider) atau wi-fi di rumah,” ungkap Rolly.

Terapkan Subscription Plan

Berbicara mengenai model bisnisnya, dijelaskan bahwa SkyeGrid menggunakan model berlangganan (subscription).

Ada dua jenis berlangganan, yaitu paket mingguan dan paket bulanan. Untuk yang mingguan dibanderol dengan harga Rp69 ribu, sedangkan untuk yang bulanan seharga Rp179 ribu.

Dibandingkan dengan negara lain yang juga sudah memiliki platform cloud gaming, boleh dibilang harga berlangganan yang ditawarkan SkyeGrid sudah tergolong terjangkau.

Meski demikian, Rolly mengatakan bahwa masih banyak pelanggan yang mengganggap harga berlangganan di SkyeGrid mahal.

Sebagai solusi terbarunya, SkyeGrid berencana untuk meluncurkan paket dengan durasi per jam. “Para pengguna SkyeGrid di daerah terutama pelajar atau anak kuliahan, menganggap harga paket kami yang ada saat ini, itu masih mahal. Makanya, mereka minta ke kami supaya keluarin paket yang per jam,” ucap Chandra.

Sejak awal meluncur, SkyeGrid mengklaim sudah ada 100 ribu orang yang mengunduh aplikasi mereka. Jika dibandingkan dengan perangkat lainnya, jumlah unduhan dari perangkat ponsel pintar merupakan yang paling banyak.

Untuk pelanggan aktifnya sendiri, saat ini masih berada pada angka 2 ribu pelanggan. Yang menarik, dari keseluruhan jumlah pelanggan tersebut ternyata tidak hanya berasal dari Indonesia saja.

“Untuk pelanggan perbulannya, terbanyak diperingkat pertama itu pastinya Indonesia. Kedua Malaysia dan ketiga Amerika Serikat,” ungkap Rolly.

Rolly dan tim pun cukup kaget ketika mengetahui platform cloud gaming mereka sudah memiliki pelanggan hingga ke Amerika Serikat.

“Ditambah lagi, sampai sekarang mereka tidak ada yang komplain. Malah renewal terus. Kita ada renewald ari Google Play dan PayPal. Untuk pembayaran Internasional, kita terima dengan dua metode itu,” jelas Rolly.

Masih Hadapi Tantangan

Diakui Rolly, saat ini masih ada tantangan yang dihadapi oleh SkyeGrid. Tantangan tersebut misalnya seperti terkait edukasi, harga, dan publisher gim.

“Untuk masalah harga misalnya, kami sedang menggarap solusinya dengan segerameluncurkan paket per jam,” ucap Rolly.

Meski demikian, Rolly dan tim optimis untuk terus melakukan upaya dalam menjawab segala tantangan yang mereka hadapi tersebut.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai pendanaan, diungkapkan bahwa SkyeGrid kini tengah mendapatkan pendekatan dari salah satu Venture Capitalist asal Singapura.

“Mereka sedang assessment dan melihat kami punya teknologi, atau lagi dievaluasi. Lalu masih ngobrol juga soal valuasi kami punya aset sama pelanggan. Intinya masih proses lah,” ujar Chandra.

Sedangkan untuk target kedepannya, SkyeGrid berencana akan terus menambah konten gim di platformnya dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti penyedia jaringan internet dan perusahaan telko misalnya.