redaksiharian.com, Jakarta – Serangan rudal yang dilaporkan berasal dari Iran ke wilayah Uni Emirat Arab menyebabkan korban jiwa di Abu Dhabi pada Kamis (26/3). Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini terjadi ketika puing-puing dari rudal balistik yang berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara jatuh ke area permukiman, sehingga memicu kerusakan dan korban.

Melalui pernyataan resminya di platform X, otoritas Abu Dhabi menjelaskan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan jatuhnya serpihan rudal di kawasan Sweihan, setelah sebelumnya rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.

Akibat kejadian itu, selain korban jiwa dan luka, sejumlah kendaraan juga mengalami kerusakan. Pihak berwenang menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

Tim layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi dan memberikan bantuan kepada para korban. Pemerintah setempat juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi dari sumber resmi serta tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menggagalkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang diluncurkan dari Iran pada Kamis pagi.

Sehari sebelum kejadian tersebut, pertahanan udara UEA juga menghadapi serangan sembilan drone yang diduga berasal dari Iran, sebagai bagian dari ketegangan yang terus berlangsung di kawasan.

Sejak meningkatnya eskalasi konflik, dilaporkan sistem pertahanan UEA telah berhasil mencegat ratusan ancaman, termasuk ratusan rudal balistik, rudal jelajah, serta ribuan UAV.

Insiden terbaru ini menambah jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan menjadi 11 orang. Sebelumnya, korban juga berasal dari kalangan militer dan warga sipil, termasuk anggota angkatan bersenjata UEA dan beberapa warga negara asing yang turut menjadi korban akibat jatuhnya puing serangan.