RedaksiHarianKepala Lapas Banceuy Heri Kusrita pun mengungkapkan bagaimana hal tersebut bisa terbongkar. Menurutnya, pengungkapan itu bermula ketika YS mendaftar kunjungan tatap muka untuk mengunjungi GJ pada sekitar pukul 10.40 WIB.

“Setelah YS digeledah badan dan barang bawaannya, petugas Lapas Banceuy menemukan dugaan narkoba jenis sabu-sabu dari dalam dus kue brownies sebanyak 9 paket sekitar 2.58 gram,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada Jumat. 25 Agustus 2023.

Mengetahui hal itu, petugas pun langsung melakukan koordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung .

“YS bersama barang bukti narkoba diduga jenis sabu-sabu telah diserahkan kepada pihak Polrestabes Bandung ,” ujarnya.

Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Kusnali ikut menanggapi kasus tersebut. Ia mengapresiasi sikap petugas Lapas Banceuy lantaran dinilai memiliki integritas.

Para petugas lapas juga dinilai menjalankan tugas sesuai dengan SOP. Oleh karena itu, narkoba di dalam brownies tersebut tak berhasil masuk ke dalam lapas.

“Saya ingatkan agar setiap jajaran pemasyarakatan untuk terus berkomitmen dalam memerangi narkoba ,” ucapnya.

Kusnali pun mengungkapkan bahwa Kanwil Kemenkumham Jawa Barat terus memberikan instruksi kepada seluruh petugas maupun warga binaan agar tidak tidak terjerumus kasus narkoba .

“Kanwil Kemenkumham Jabar tidak akan pernah melakukan pembiaran terhadap peredaran dan penyalahgunaan gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan di Jabar,” tuturnya.

Ketua Tim Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung , Susanna Laorensia menjelaskan bahwa tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja terbilang sangat tinggi. Sebanyak 7 dari 100 remaja disebut pernah menyalahgunakan narkoba .

“Kenapa narkoba menarik? Karena instan efeknya. Saya galau hari ini, pakai hari ini, senang hari ini,” katanya.

Oleh karena itu, BNN Kota Bandung pun mempunyai sejumlah program untuk mencegah meningkatnya penyalahgunaan narkoba . Program tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat, terlebih untuk golongan remaja.

“Sebab anak-anak mulai menggunakan narkoba itu usia 14-15 tahun. Perkembangan psikologi mereka belum matang,” ujarnya.***