redaksiharian.com – Sayurbox optimistis berada di posisi yang kuat untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Sebab startup kebutuhan sembako itu terus beradaptasi dengan situasi ekonomi, salah satunya dengan fokus ke area bisnis yang menguntungkan.

Kabar penutupan Toko Panen di Kelapa Gading diungkap oleh akun instagram @panen.official pada Juni lalu.

VP of People Culture & General Affair Sayurbox Lady Meiske mengatakan sewa Toko Panen tidak mereka perpanjang, namun perusahaan akan memperluas beberapa lini bisnis seperti perkebunan, F&B, dan ekspansi platform daring Sayurbox di Jakarta dan Surabaya, termasuk ranah B2C and B2B.

Menurutnya dengan fundamental bisnis yang kuat, fokus ke bisnis yang berkelanjutan, ditambah dengan pendanaan seri C awal tahun ini, Sayurbox berada di posisi yang kuat untuk berkembang.

“Sayurbox optimis[tis] Sayurbox berada di posisi yang kuat untuk terus berkembang secara berkelanjutan,” tuturnya dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/9/2022).

Startup sayur dan buah seperti Sayurbox memang menarik perhatian sejumlah konglomerat bahkan menanamkan modal kepada mereka. Seperti Sayurbox, pada pendanaan seri C berhasil menghimpun senilai lebih dari US$ 120 juta atau lebih dari Rp 1,7 triliun.

Pendanaan ini dipimpin oleh Northstar dan Alpha JWC Ventures, dengan partisipasi dari International Finance Corporation (IFC).

Investor Sayurbox sebelumnya, yakni Astra, Syngenta Group Ventures, serta Global Brain, dan beberapa investor lainnya juga turut berpartisipasi dalam pendanaan ini.

Artikel ini merupakan hak jawab Sayurbox atas berita sebelumnya yang sudah tayang dengan judul “Incaran Konglomerat, 5 Startup Sayur-Buah Kini Tutup Layanan.”