redaksiharian.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)Sandiaga Uno menyarankan Desa Wisata Kambo di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengoptimalkan potensi keindahan alam, budaya, hingga kekuatan produk ekonomi kreatif, mengingat desa itu memiliki puncak yang dapat melihat kota Palopo dari atas.

Kemudian, lanjutnya, pemangku kepentingan setempat bisa mengemas romantic dinner.

“Selain itumungkin yang bisa dikembangkan ecotourism, trekking, atau juga sport tourism. Nanti misalnya ada kegiatan lariataupun sepeda gunung yang bisa dikembangkan di sini,” kata MenparekrafSandiagaUno di Desa Wisata Kombo lewat keterangan resmi, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjutSandiaga takjub dengan potensi seni dan budaya di Desa Wisata Kambo, seperti Tarian Pajaga Lili yang digunakan untuk penyambutan dan senda gurau para pemuda dan rakyat Luwu pada zaman lampau.

Kemudianseni Ma’gasing, yaitu salah satu permainan rakyat dengan menggunakan mainan gasing yang terbuat dari kayu bangkai pohon sekitar Kambo dan dimainkan oleh anak-anak atau pria dewasa.

“Kulinernya pun juga enak-enak. Ada Sarabba Kambo, Gula Aren Kambo, Katekkan, dan Madu Trigona,” ujar SandiagaUno.

Untuk menunjang pengembangan Desa Wisata Kambo, Menparekraf menyumbang peralatan camping dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) kit sebagai peralatan penunjang kebersihan.

“Beberapa daya tarik di sini juga ada camping ground. Oleh karena itu tidak pakai lama, tidak mumet, tidak pakai ribet kita hadirkan sekarang sebagai penunjang pengembangan Desa Wisata Kambo,” ungkap SandiagaUno.

Kedatangan dirinya ke daerah itu disebabkan Desa Wisata Kambo berhasil masuk ke dalam 50 besar di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

“Saya sangat takjub, pertama pemandangan ini sangat indah dan epik serta ikonik. Pemandangan ini juga jadi daya tarik yang sangat bisa dikemas dalam konsep sunrise dan sunset,” ucap SandiagaUno.