RedaksiHarian – Seorang wanita menggelar acara pemakaman mewah untuk sang ibu. Namun uniknya, ibu wanita ini justru belum meninggal dunia.

Seorang wanita bernama Annie-Marie Vognsen masih merasa berduka atas kepergian teman dekatnya. Hal itu membuatnya sadar, bahwa kehidupan di dunia ini begitu rapuh.

Dia pun teringat pada ibunya, Millie Millard yang kini semakin renta. Hidup sang ibu yang kini sudah berusia 85 tahun mungkin tak akan lama lagi.

ADVERTISEMENT

Untuk menunjukkan rasa cintanya pada sang ibu, Anne dibantu suami, Mark Furlong dan kedua putrinya menggelar acara pemakaman dengan tema Viking .

“Ini mengingatkan kita semua bahwa kita tidak menghabiskan cukup waktu dengan keluarga untuk benar-benar mengenal mereka, dan merayakan hari yang menjadikan hari itu adalah perayaan sejati untuk ibu,” katanya, dikutip pada Minggu, 13 Agustus 2023.

Acara pemakaman ini digelar dengan upacara pada umumnya. Hal tersebut dilakukannya agar sang ibu tahu betapa dia menyayanginya.

“Kami akan tahu ketika saatnya tiba dan ibu saya sudah tidak bersama kami lagi, dia telah mendengar seberapa dicintai dirinya,” tutur dia.

Anne terpikir untuk menggelar acara pemakaman ini usai orang-orang terdekatnya meninggal dunia dalam 6 bulan terakhir. Hal itu menyadarkan Annie untuk menghargai orang yang disayanginya selagi masih ada waktu.

“Ibu saya tinggal bersama kami, dan kami membicarakan tentang pemakamannya, dan dia berkata, ‘Tolong jangan lakukan itu untukku, itu buang-buang uang, aku tidak perlu kalian mengatakan hal-hal itu saat aku sudah mati’.”

“Saya menawarkan kepadanya apakah dia ingin memiliki perayaan di sini. Meskipun, saat itu saya masih belum mengetahui apapun tentang ‘upacara hidup’.”

“Saya memiliki banyak hal yang patut dibanggakan karena ibu saya, dan saya ingin dia mendengar betapa saya mencintainya saat dia masih hidup,” tutur dia.

Saat sang ibu tahu soal rencana Anne, dia merasa terkejut. Bahkan dia sempat mengira putrinya hanya bercanda.

“Ia mengangkat bahunya dan menjawab ya. Saya pikir orang Denmark lebih tegas dan langsung. Nah, setidaknya ibu saya begitu,” ujarnya.

Kendati menggelar acara pemakaman , tapi ibu Anne sebenarnya masih dalam keadaan sehat. Sang ibu hanya memiliki gangguan penglihatan dan pendengaran, yang memang kerap dialami lansia pada umumnya.

Dalam acara pemakaman itu, ada banyak air mata. Anne bahkan menyiapkan album foto, kartu pos tua, dan surat untuk para tamu yang berjumlah 20 orang.

Kue, Croissant, dan mentega lurpak dihidangkan untuk para tamu. Hidangan ini merupakan menu sarapan favorit sang ibu.

“Jadi kami mengadakannya di bawah salah satu pohon apel, kami memiliki lilin yang terbuat dari apel di meja-meja dan kue apel.”

“Putri-putri saya terlihat bahagia dengan nenek mereka dan itu membuat saya bangga – meskipun dia tidak mendengar dengan baik, mereka duduk bersama ibu saya dan memastikan dia ikut serta dalam segala hal yang terjadi di sekitarnya,” katanya.

Menurut Anne, pemakaman adalah perayaan. Anne ingin ibunya tahu bahwa dia disayangi oleh orang-orang di sekitarnya. (Tahid Dzaky Hafidz)***