RedaksiHarian – Dinas keamanan Rusia FSB telah mendakwa seorang mantan pegawai konsulat AS di Rusia wilayah Timur Jauh dengan tuduhan mengumpulkan informasi tentang perang di Ukraina dan isu-isu lain untuk Washington, menurut kantor berita resmi TASS pada Senin.

Sang tersangka, Robert Shonov, menyampaikan informasi kepada staf kedutaan besar AS di Moskow tentang bagaimana kampanye wajib militer Rusia berdampak pada ketidakpuasan politik menjelang pemilihan presiden 2024 di Rusia, sebagaimana dikutip TASS dari pernyataan FSB.

FSB mengatakan pihaknya berencana untuk menginterogasi pegawai kedutaan besar AS yang melakukan kontak dengan Shonov, seorang warga negara Rusia yang telah ditahan sejak Mei.

Kedutaan besar AS mengatakan pada Mei lalu bahwa “tuduhan terhadap Shonov sepenuhnya tidak berdasar”.

Selain itu, kedubes juga menyebut bahwa “satu-satunya peran dia pada saat penangkapannya adalah mengumpulkan ringkasan media yang tersedia dari sumber media Rusia yang tersedia untuk umum”.

Sumber: Reuters