RedaksiHarian – Rubel Rusia kembali melemah pada awal perdagangan Rabu, akibat penurunan musiman pasokan mata uang asing setelah eksportir menyelesaikan pembelian rubel untuk membayar pajak perusahaan bulanan mereka.

Para pedagang mengatakan rubel bisa menghadapi kekurangan musiman pasokan mata uang asing dari eksportir dalam beberapa minggu mendatang meskipun ada perjanjian informal dengan pihak berwenang untuk meningkatkan penjualan pendapatan devisa mereka.

Rubel melemah 0,6 persen terhadap dolar menjadi diperdagangkan pada 96,03 dan turun 0,6 persen untuk diperdagangkan pada 104,24 terhadap euro. Mata uang Rusia juga turun 0,4 persen menjadi diperdagangkan pada 13,15 terhadap yuan.

Minyak mentah Brent, patokan global untuk ekspor utama Rusia, menguat 0,4 persen menjadi 85,82 dolar AS per barel.

Indeks saham RTS yang berdenominasi dolar turun 0,4 persen menjadi diperdagangkan pada 1.056 poin, sedangkan indeks MOEX Rusia yang berbasis rubel naik 0,2 persen menjadi diperdagangkan pada 3.217 poin.