RedaksiHarian – Sosok terduga pelaku pelecehan seksual dan pemotretan telanjang terhadap Miss Universe Indonesia mulai terungkap.

Hal tersebut disampaikan mantan Visual Director Miss Universe Indonesia Rio Motret. Ia mengatakan bahwa dalang di balik skandal ini merupakan COO Miss Universe Indonesia.

“Perwakilan dari Miss Universe Indonesia yaitu COO jabatannya, cewek, jadi cewek yang melecehkan cewek,” kata Rio Motret.

ADVERTISEMENT

Meski mengatakan proses body checking adalah hal wajar, tapi harus dengan prosedur yang jelas dan diperiksa oleh pihak yang kompeten di bidang medis.

“Sebenarnya body checking wajar di dunia fashion, tapi ada prosedurnya, bahwasannya kalau mau body check di ruangan tertutup, jenis kelamin sama, kompeten di bidang medis, tidak boleh ada foto. Biasanya hanya ada catatan-catatan misalnya terdapat luka di bagian mana, ada tato di mana,” tutur Rio Motret.

Kuasa hukum sejumlah korban pelecehan seksual, Mellisa Anggraini mengatakan bahwa polisi memeriksa salah satu lokasi body checking di salah satu hotel di Jakarta Pusat.

“Dari (pihak) Polda langsung menuju ke tempat lokasi kejadian,” kata Mellisa Anggraini kepada wartawan.

Mellisa Anggraini juga menunjukkan sebuah gambar yang diduga menjadi tempat terjadinya dugaan peristiwa pelecehan seksual dalam proses body checking .

“Jadi ini, body checking -nya di sini, dan ada CCTV kan di belakangnya. Jadi nggak sama sekali, ini nggak bisa dibilang ruangan ya,” ujarnya.

Menurut Mellisa Anggraini, setelah polisi meninjau TKP, dia menyebut tempat body checking dinilai tidak privat dan masih bisa dilihat oleh orang lain.

“Tidak ada private dan orang-orang lalu lalang tuh kelihatan dari dalam, dari luar mungkin kelihatan juga di dalam seperti apa,” ujarnya.

Plh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Yuliansyah membenarkan bahwa pihaknya telah mendatangi langsung TKP di salah satu hotel di Jakarta Pusat.

“Betul. Hanya pengecekan awal saja,” ujar Yuliansyah dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam PMJNews.

Dua finalis Miss Universe Indonesia yang diduga menjadi korban pelecehan seksual dikabarkan jatuh sakit akibat kena bully.

Kabar tersebut disampaikan oleh mantan Provincial Director Miss Universe Indonesia Bali, Rizky Ananda. “Jadi ada dua anak Bali yang difoto. Itu sangat tidak pantas sekali karena dia sampai kena mental, sampai nangis, sampai gemetar. Sekarang kondisinya sakit karena di-bully juga,” katanya.

Mellisa Anggraini mengaku sangat menyayangkan masih adanya budaya victim blaming atau menyalahkan korban atas musibah yang mereka alami.

Dari 30 korban dugaan pelecehan seksua, hemat Mellisa, baru ada 7 orang yang mau angkat bicara. Hal itu menurutnya juga dipengaruhi oleh budaya victim blaming yang masih melekat di segelintir kalangan masyarakat Indonesia.

“Kenapa korban-korban pelecehan selama ini nggak mau untuk melaporkan, karena mereka takut,” ujar dia.

“Di dalam budaya kita tuh masih dikenal takut dengan victim blaming. Seolah mereka ‘sudah tahu Miss Universe seperti itu kenapa kalian masuk?'” katanya.

Dia berharap, ke depannya tidak ada lagi pihak yang melakukan victim blaming sehingga masalah pelecehan seksual di Indonesia dapat teratasi.***