Babak playoff M4 World Championship akan segera digelar mulai hari ini, tim unggulan ECHO Esports akan menantang sang juara MPL MY Season 10 pada sore hari ini Sabtu, 07 Januari 2023 pukul 18.00 WIB.

Kompetisi M4 World Championship Mobile Legend akan mulai memasuki babak playoff Upper Bracket.

Dua pertandingan Upper Bracket akan segera dimulai.

Empat tim akan saling berjuang untuk meneruskan langkah mereka tetap di Upper Bracket.

Di laga pembuka babak Playoff Upper Bracket akan menjadikan pertandingan seru antara Onic Esports melawan sang Kuda hitam Falcon Esports dan kemudian akan disusul oleh laga antara ECHO Esports melawan Team HAQ.

Echo Esports sang runner up MPL PH Season 10 ini akan menghadapi cobaan yang cukup berat yang akan datang dari Malaysia yaitu Team HAQ.

Team HAQ yang datang di ajang M4 World Championship dengan modal yang bagus setelah menjadi juara MPL MY Season 10 diprediksi akan menyulitkan tim asal Phillipina tersebut.

 

Link Streaming Echo Esports vs Team HAQ

Laga antara Echo Esports vs Team HAQ akan secara langsung disiarkan oleh Youtube Resmi MPL Indonesia dan Venue Babak Playoff akan diselenggarakan di Tennis Indoor Stadium Senayan secara langsung.

 

REVIEW KEDUA TIM ECHO ESPORTS DAN TEAM HAQ

 

ECHO ESPORTS (PHILLIPINA)

ECHO Esports yang mengawali ajang M4 World Championship sebagai peserta Grup C, mereka bertemu RRQ Hoshi, RSG SG, dan Occupy Thrones dalam babak grup.

Namun ECHO Esports tidak mengalami kesulitan berarti selama babak fase grup, mereka berhasil menyapu bersih tiga pertandingan selama babak fase grup dengan hasil memuaskan.

Berhasil menumbangkan RRQ Hoshi pada matchday pertama dengan torehan skor 18-7 membuat penampilan mereka mendapat banyak pujian.

Kemudian ECHO Esports berhasil menjalani matchday kedua dan ketiga dengan kemenangan setelah menaklukan RSG SG dengan skor 16-8 dan memastikan diri sebagai juara grup setelah berhasil keluar sebagai pemenang ketika melawan Occupy Thrones dengan skor 19-5.

Dengan tiga kemenangan tersebut pada babak fase grup, membuat ECHO menjadi salah satu tim di M4 World Championship yang belum terkalahkan bersama Todak dari malaysia.

KartLzy juga secara terang-terangan mengungkapkan bahwa seluruh peserta M4 World Championship terlalu memfokuskan terhadap Blacklist Internasional sehingga mereka lupa kalau Echo Esports juga harus diwaspadai.

“Saya rasa kebanyakan tim di M4 World Championship terlalu berfokus pada Blacklist internasional dan tak terlalu memperlihatkan kekuatan Echo Esports, dengan hal itu membuat kami mendapatkan hasil yang lebih baik daripada Blacklist Internasional di babak fase grup” ucap KartLzy.

Kelihaian KartLzy sebagai seorang jungler mampu membuat rekan-rekannya mampu tampil baik juga, KartLzy yang juga pernah membawa tim sebelumnya yakni Bren Esports menjadi juara M2 World Championship sekaligus membuat dirinya menyabet gelar MVP M2 World Championship memiliki keyakinan untuk kembali membawa ECHO Esports menjadi juara seperti tim lamanya.

Ditambah pemain seperti “Sanford” juga harus diwaspadai oleh para pemain Team HAQ, keahliannya dalam membawa alur permainan sekaligus menempatkan dirinya sebagai EXP Laner yang cukup baik dengan sangat cepat menjelajahi map ketika tim fight berlangsung.

“Sanford” sang bocil berusia 16 tahun memang sudah mencuri perhatian sejak dimulainya ajang M4 World Championship kali ini, pada pertandingan pertama ketika ia menggunakan hero Yuzhong saat ECHO melawan RRQ Hoshi.

Ia tampil sangat baik, ia mampu memisahkan antara damage dealer RRQ Hoshi dengan Roamer dan Jungler mereka.

Menghentikan dan membaca permainan dari “Sanford” mungkin akan menjadi pekerjaan yang sangat berat untuk para pemain Team HAQ.

Tentunya Echo Esports akan secara langsung mengandalkan para pemain-pemain unggulannya.

Nama seperti Yawi, Sanford, Bennyqt, Sanji, dan KartLzy diprediksi akan mampu mengobrak-abrik permainan dari Team HAQ nanti.

 

Roster Echo Esports (Phillipina)

  • Karl Gabriel “KarlTzy” Nepomuceno (Jungler)
  • Alston “Sanji” Pabico (Midlane)
  • Sanford Marin “Sanford” Vinuya (Exp Lane)
  • Tristan “YAWI” Cabrera (Roam)
  • Benedict “Bennyqt” Gonzales (Gold Lane)
  • Jankurt Russel “KurtTzy” Matira (Midlane)
  • Jaypee “Jaypee” Dela Cruz (Roam)

 

TEAM HAQ (MALAYSIA)

Sang juara salah satu kompetisi MPL MY Season 10 yakni Team HAQ memang bisa dibilang penuh lika-liku di ajang M4 World Championship kali ini.

Mereka mengawali laga M4 World Championship dengan kekalahan ketika melawan RRQ Akira.

Team HAQ yang mewakili timnas Malaysia di ajang M4 World Championship memang memiliki nasib yang berbeda dengan perwakilan Malaysia yang lainnya, yakni Todak.

Todak berhasil mengawali langkah mereka di ajang M4 World Championship dengan sangat memuaskan dengan mengalahkan tim perwakilan Indonesia yakni Onic Esports.

Selain itu Team HAQ juga harus puas menjadi runner up grup D dibawah saingan mereka RRQ Akira, berbeda dengan Todak yang berhasil menjadi juara Grup B setelah mengungguli Onic Esports.

Tetapi dengan menjadi runner up Grup D, Team HAQ berhasil melaju ke Upper Bracket di babak Playoff M4 World Championship.

Meskipun Team HAQ berhasil menjuarai MPL MY Season 10 tetap saja mereka masih berstatus Team Underdog dalam ajang M4 World Championship.

Namun jungler team HAQ yakni Muhammad “Garry” Syafizan percaya diri punya segala modal untuk mempersembahkan gelar internasional pertama untuk Malaysia di scene Mobile Legend Bang-Bang.

Mereka juga harus bekerja lebih keras lagi untuk mempersembahkan gelar internasional pertamanya untuk Malaysia, pasalnya mereka akan bertemu dengan salah satu tim unggulan di ajang M4 World Championship yakni Echo Esports.

Team HAQ akan bertanding melawan Echo Esports dalam babak Upper Bracket.

Namun Team HAQ tidak bisa dianggap sebelah mata oleh para pemain Echo Esports pasalnya Team HAQ memiliki kekuatan permainan yang tidak bisa diprediksi oleh setiap lawan.

Salah satu roster Team HAQ mengungkapkan bahwa “Strategi dan Meta dari kami (Team HAQ dan Team dari Malaysia) perlu diwaspadai oleh tim lawan di M4 World Championship nanti. Terutama dalam babak Upper Bracket melawan Echo Esports. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana detailnya ada banyak sekali variasi strateginya” ungkap Aiman “Mann” Zairie Bin Anuar.

Sangat jelas bahwa Echo Esports yang keluar sebagai tim unggulan tidak bisa meremehkan sang juara dari MPL MY Season 10 itu.

Terutama sang jungler milik Team HAQ yakni Muhammad “Garyy” Shafizan memiliki gameplay yang sangat berbeda, dimana ia kerap kali menggunakan strategi miroring dari setiap jungler yang dimainkan oleh setiap musuhnya.

Garry yang memainkan hero-hero assasin yang kerap kali merepotkan midlaner lawan, diprediksi iai akan menyulitkan Sanji pada babak Upper Bracket nanti.

Hero seperti Ling memang masih menjadi andalan bagi Garry sendiri dalam permainan yang sering memotong minions dari lane yang berbeda.

Tentunya Echo Esports mempunyai pekerjaan tersendiri untuk memikirkan cara bagaimana menghentikan Garry sendiri untuk tidak bisa memecahkan team fight mereka.

 

Roster Team HAQ (Malaysia)

  • Muhammad “Garyy” Shafizan: Jungler
  • Aiman “Mann” Zairie Bin Anuar: Midlane
  • Mohammad “Lolla” Nilzaihan: Exp Lane
  • Aimin “Minn” Zairie Bin Anuar: Roam
  • Poh “Panda” Chun Wai: Gold Lane
  • Muhammad “Syamskyyy” Shukri: Midlane