
RedaksiHarian – Masyarakat dihadapkan dengan kualitas udara yang semakin berubah. Tak sedikit yang mengeluhkan polusi udara di pebagai wilayah.
Ada sejumlah kota besar di dunia dengan kualitas udara yang buruk, bahkan tidak sehat. Jakarta, Indonesia, menjadi salah satu kota besar yang masuk dalam kota besar dengan kualitas udara yang buruk.
Dilihat pada hari ini, Jumat, 25 Agustus 2023, pukul 10.35 WIB, kualitas udara Ibu Kota Uni Emirat Arab, Dubai, tidak sehat, berada di angka 183. Disusul oleh Ibu Kota Qatar, Doha, yang berada di angka 174 atau tidak sehat.
ADVERTISEMENT
Lalu ada berada di peringkat berapa Ibu Kota Indonesia, Jakarta? Simak penjelasan berikut.
1. Dubai
Dubai berada di posisi pertama dengan nilai indeks kualitas udara 183 dengan tingkat polusi udara tidak sehat. Partikulat (PM2.5) atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer saat ini 23.4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).
PM2.5 di Dubai mencapai 117 mikrogram per meter kubik. Pertikulat (PM10) atau partikel udara yang berukurang lebih kecil dari 10 mikro meter sebanyak 132,7 mikrogram per meter kubik.
Berdasarkan rekomendasi dari situs web IQAir, untuk melindungi dari polusi udara di Dubai bisa dengan mengenakan masker saat berada di luar, menyalakan penyaring udara, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, dan menghindari aktivitas luar ruang.
2. Doha
Ibu Kota Qatar berada di posisi kedua dengan nilai 174 yang menunjukkan tidak sehat. PM2.5 dilaporkan 20,2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. PM2.5 mencapai 101 mikrogram per meter kubik.
Masyarakat direkomendasikan untuk mengenakan masker di luar, menyalakan penyaring udara, menutup jendela guna menghindari udara luar yang kotor, dan menghindari aktivitas luar ruang.
3. Jakarta
Ibu Kota Indonesia berada di posisi tiga dengan nilai 167 yang menunjukkan kondisi tidak sehat. PM2.5 di wilayah tersebut bahkan mencapai 17,5 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
PM2.5 di Jakarta pada Jumat, 25 Agustus 2023, mencapai 87,3 mikrogram per meter kubik.
Dalam situs web IQAir disampaikan bahwa agar melindungi dari polusi, warga mengenakan masker saat berada di luar rumah, menyalakan penyaring udara, tutup jendela untuk menghindari udara dari luar, dan menghindari aktivitas luar ruang.
4. Lahore
Ibu Kota Provinsi Punjab, Pakistan, Lahore, berada di posisi keempat dengan nilai indeks kualitas udara 158 atau tidak sehat. Dilaporkan PM2.5 mencapai 68,9 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi PM2.5 di Lahore saat ini 13,8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
Berdasarkan rekomendasi dari IQAir, cara melindungi polusi udara di Lahore dengan mengenakan masker di luar, menyalakan penyaring udara, menuturp jendela guna menghindari udara luar yang kotor, dan menghindari aktivitas luar ruang.
5. Johannersburg
Salah satu kota di Afrika Selatan, Johannersburg, memiliki nilai indeks kualitas udara 130 yang berarti tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 di kota tersebut 9,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
PM2.5 dilaporkan sebesar 47,2 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 65,4 mikrogram per meter kubik. Dalam situs web IQAir disampaikan, agar terlindungi dari polusi udara , kelomok sensitif sebaiknya menggunakan masker saat berada di luar, menyalakan penyaring udara, menutup jendela untuk menghindari udara kotor, dan mengurangi aktivitas luar ruang.***