RedaksiHarian – Ketua DPR RI Puan Maharani bersama empat ketua parlemenMIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) bertemu dengan Presiden Jokowi di Jakarta, Senin, guna membahas berbagai persoalan internasional, khususnya memperjuangkan perdamaian di Gaza.
“Bagaimana kami dalam sidang MIKTA ini mendorong agar nanti bisa dibukanya koridor-koridor kemanusiaan dan tetap memperjuangkan kemerdekaan yang ada di Palestina,”kata Puan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Selainitu, Puan bersama para ketua parlemenMIKTAitu juga membahas soal isu perubahan iklim dan perekonomian global dengan Jokowi.
“Kami tadi juga berbicara tentang climate change, juga tentang hal-hal yang terkait dengan ekonomi yang saat ini sedang dalam situasi yang tidak cukup baik di dunia internasional atau di negara-negara yang lain,” tambah Puan.
Oleh karena itu, acaraMIKTA Speakers’ Consultationke-9 akan menghasilkan pernyataan bersama ataujoint statementuntuk mendukung perdamaian di Palestina dan mempererat kerja sama ekonomi global.
“Apa pun yang terjadi, MIKTA sebagai salah satu forum bisa mendukung apa yang didukung atau dilakukan, bersinergi dengan hal-hal yang dilakukan oleh pemerintah di negara-negara MIKTA tersebut,” jelas Puan.
MIKTA Speaker’s Consultation ke-9 diselenggarakan di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Jakarta, Senin, sebagaiforum pertemuan konsultatif antara ketua parlemenMIKTA.
Sebelum membuka forum tersebut, Puanmenggelar pertemuan bilateral dengan masing-masing ketua parlemenMIKTA untuk menyerukan bahwa MIKTA, sebagai negara berkekuatan menengah, harus mendukung upaya perdamaian di Palestina.
“Secara khusus, saya sampaikan serangan Israel di Gaza dapat segera dihentikandan dilakukan segera gencatan senjata. Kamiperlu segera selesaikan akar permasalahan yaitu pendudukan Israel di Palestina,” kata Puan.
Dalam sejumlah pertemuan bilateral tersebut, Puan juga mendorongMIKTA untuk ikut menyuarakan kesepakatan solusi dua negara atau two-statesolutiondalam konflik Israel dan Palestina.
Dia juga mengajak negara MIKTA memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat yang menjadi korban perang.
“Kami melihat terjadinya perang di Gaza yang menimbulkan krisis kemanusiaan yang menyebabkanbanyak korban anak-anak dan perempuan, termasuk yang terbaru adalah serangan Israel terhadap rumah sakit Al-Shifa,” ujar Puan.