RedaksiHarian – Program Studi Ekonomi Pembangunan (EKP) Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan pojok baca dalam upaya meningkatkan minat baca civitasakademika.

“Pojok baca merupakan langkah tepat untuk membudayakan minat baca di lingkungan kampus,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Edy Yandra di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan EdyYandri di sela-sela meresmikan Pojok Baca di Lantai 1 Gedung Ekonomi Pembangunan (EKP) Universitas Syiah Kuala (USK).

Ia menjelaskan program tersebut dapat mendongkrak Indeks Pembangunan dan Literasi Masyarakat (IPLM) di Aceh.

“Kita yakin angka IPLM bisa sejajar dengan provinsi lain di Pulau Jawa seiring meningkatnya minat baca,” kata Edy.

Ia mengatakan peresmian pojok baca juga bagian menyemarakkan aksi gemar baca dan diskusi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terutama Prodi EKP.

“Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan pengembangan literasi di Aceh dengan menciptakan kenyamanan dalam membaca, mulai dari fasilitas hingga sarana dan prasarana lain untuk menunjang hal tersebut,” katanya.

Kepala Prodi EKPUSK Dr Taufiq C Dawood mengatakan kehadiran pojok baca dapat menstimulasi minat membacaseluruh civitas akademika agar minat membaca buku konvensional tidak tergerus seiring perkembangan era digitalisasi.

“Kampus gudangnya ilmu, ilmu tentu tidak lepas dari budaya membaca. Saya ingin mahasiswa Prodi EKP di mana-mana bawa buku, buku itu sudah seperti bagian dari dirinya dan saya pikir budaya itu yang ingin kita kembangkan padaProdi EKP,” kata Taufiq.