redaksiharian.com, Makassar – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas pemerintah, meski di tengah berbagai kritik dan tantangan anggaran.
Menurut Prabowo, program ini menunjukkan perhatian negara terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia.
“Saya akan mempertahankannya sebisa mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo dalam dialog dengan tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Sabtu (21/3).
Presiden juga menyoroti kondisi anak-anak yang mengalami stunting sebagai alasan utama pelaksanaan program MBG tetap dijalankan.
“Anda tidak melihat anak-anak yang stunting? Saya melihatnya. Saat kampanye ke desa-desa, saya lihat sendiri. Umur 11 tahun, tapi tubuhnya seperti anak 4 tahun. Saya yakin program ini berada di jalur yang tepat. Uang kita tersedia,” jelasnya.
Selain dampak sosial, Prabowo menekankan bahwa program MBG juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.
“Di puncaknya, MBG akan memiliki sekitar 31 ribu dapur. Katakan 30 ribu dapur. Setiap dapur mempekerjakan 50 orang, berarti sudah 1,5 juta lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap dapur juga bekerja sama dengan sejumlah pemasok bahan pangan yang dapat menyerap tenaga kerja tambahan.
“Tiap dapur melibatkan 5–10 vendor, dan setiap vendor rata-rata mempekerjakan 5 petani. Jadi tambahan pekerjaan sekitar 50 orang per dapur, total sekitar 1,5 juta pekerjaan tambahan,” tambah Prabowo.
Meski demikian, ia mengakui bahwa implementasi program masih menghadapi kendala di lapangan. Pemerintah telah menertibkan dapur-dapur yang bermasalah.
“Ada lebih dari seribu dapur yang sudah kita tutup,” jelasnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa pembiayaan program MBG tidak menggunakan utang baru, melainkan berasal dari efisiensi anggaran dan upaya menekan kebocoran keuangan negara.
“Uang kita ada. Tinggal kita atur, kurangi kebocoran,” ujar Presiden.
Menurutnya, kebijakan ini bagian dari upaya memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan dari ekonomi kita,” pungkas Prabowo.