
RedaksiHarian – Kepolisian Resort(Polres) Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT)melakukan penyelidikan kasus tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Wisata Teman Baikdi perairan Pink Beach Kabupaten Manggarai Barat yang ditumpangi sembilan orang wisatawan asal Malaysia.
AKBP Ari Satmoko mengatakan KLM Teman Baiktenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo(TNK) tepatnya di sekitar perairan Pink Beach Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu (22/7) Pukul 11.20 wita.
“Kepolisian sedang mendalami semua hal terkait dengan peristiwa tenggelamnya KMP Teman Baik berukuran 27 gross ton yang saat ituditumpangi sembilan wisatawan asal Malaysia dan lima awak kapal,” kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Ari Satmoko ketika dihubungi Minggu.
Kapolres Arimengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut baik kronologis, penyebab kejadian, kondisi dan penanganan korban termasuk kelengkapan dokumen berlayar .
“Kami mendapat informasi diduga kapal ini tidak mendapat surat persetujuan berlayar, hal itu menjadi masukan bagi kami untuk menentukan tindak lanjut penyelidikan,” kata AKBP Ari Satmoko.
Dia mengatakan pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait kasus tenggelamnya KLM Teman Baik tersebut
“Saat ini sedang kami dalami dan kami juga melakukan klarifikasi semua penumpang,” kata Kapolres.
Kapal wisata naas itu dalam perjalanan daridestinasi wisata Manta Point menuju Pink Beach, Kabupaten Manggarai Barat.