
RedaksiHarian – Pada peringatan HUT ke-78 RI kemarin, masyarakat yang mengikuti Upacara 17 Agustus 2023 di Istana Negara, Jakarta disuguhi dengan berbagai tontonan, salah satunya atraksi pesawat oleh TNI. Momen atraksi tersebut juga bisa dilihat oleh masyarakat yang melihatnya di televisi atau YouTube.
Namun saat 10 pesawat milik TNI itu melintas di langit Jakarta dan melakukan atraksi, warganet di YouTube justru dibuat salah fokus dengan kondisi langit Jakarta . Pasalnya, terlihat jelas langit Jakarta tertutup kabut abu-abu buntut polusi udara.
Sedangkan di atas pesawat TNI terlihat langit yang sangat cerah berwarna biru, tanpa ada polusi sedikit pun. Kontras antara langit Jakarta dan langit di atas pesawat tersebut membuat sejumlah warganet tak tahan untuk tidak berkomentar.
ADVERTISEMENT
“ Polusi Jakarta tebel bener,” ujar seorang warganet dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden pada 17 Agustus 2023.
“Tebel banget polusinya ya,” kata warganet lain.
“Langit Jakarta polusinya,” ujar warganet.
Tak dimungkiri polusi di langit Jakarta terlihat sangat pekat, meski bertepatan dengan hari libur dan banyak perkantoran tutup. Polusi udara sejak awal Agustus 2023 ini menjadi makin parah, buntut kemarau panjang dan adanya sumber energi berbasis batu bara.
Polusi udara di Jakarta telah dikeluhkan oleh banyak pihak mulai dari masyarakat hingga selebritis. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut terkena dampak polusi buruk di Jakarta tersebut.
Jokowi mengaku mengalami batuk selama empat minggu, dan pemicunya adalah polusi. Oleh karena itu, Jokowi mengusulkan perkantoran di Jakarta menerapkan sistem kerja hibrida. Harapannya, hal itu bisa mengurangi polusi di Ibu Kota.
“Jika diperlukan, kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, work from office (kerja di kantor), work from home (kerja dari rumah) mungkin,” kata Jokowi pada Senin, 14 Agustus 2023.
“Saya tidak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini, apakah (jam kerja) 7-5, 2-5, atau angka yang lain,” ujar Jokowi menambahkan.
Selain mendorong perkantoran di DKI Jakarta menerapkan sistem kerja hibrida, Jokowi juga telah menyenggol sejumlah kementerian dan lembaga non pemerintah. Jokowi mendesak mereka melakukan rekayasa cuaca untuk menanggulangi polusi buruk di Jakarta .
Solusi yang ditawarkan Jokowi tersebut langsung dikomentari oleh Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisaksi Trubus Rahadiansyah. Menurutnya, sistem WFH bukanlah solusi untuk menangani polusi udara di Jakarta .
Trubus merasa solusi WFH saat ini digunakan seperti obat yang tiba-tiba langsung menyembuhkan suatu masalah. Trubus mendesak penerapan WFH bukan sekadar wacana pemerintah semata, namun harus dibarengi dengan evaluasi dan kesinambungan.
“Mengenai polusi ini konteks jangka pendeknya bukan WFH,” ujar Trubus pada Senin, 14 Agustus 2023.
Menurut Trubus, langkah yang bisa diambil pemerintah adalah dengan mengoptimalkan uji emisi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 66 Tahun 2020 mengenai Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Uji emisi saat ini belum dilakukan dengan benar.***