RedaksiHarian – Sejumlah tokoh telah dideklarasikan oleh beberapa partai politik untuk maju dalam Pilpres 2024. Anies Baswedan dideklarsikan oleh Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sementara Ganjar Pranowo dideklarasikan oleh PDI Perjuangan. Gubernur Jawa Tengah itu juga mendapat dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Keduanya bahkan sudah sejak lama diumumkan menjadi bakal calon presiden (capres) yang akan bertarung dalam Pilpres 2024. Belakangan, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merapat ke Partai Gerindra, memberi dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk menjadi capres.

ADVERTISEMENT

Dalam pelbagai survei yang dilakukan beberapa lembaga belakangan ini, ketiga nama tersebut memiliki elektabilitas yang tinggi. Satu sama lain kerap saling salip.

Dari ketiganya, pada tahun 2021 hanya Ganjar Pranowo yang tak memiliki utang. Namun, setahun berselang kader PDI Perjuangan itu memiliki utang Rp1,37 miliar.

1. Anies Baswedan

Pada 31 Desember 2021, eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki utang sebesar Rp7,6 miliar. Setahun berselang, utangnya berkurang menjadi Rp7,55 miliar.

Kendati memiliki utang sebesar Rp7,55 miliar, berdasarkan data LHKPN 16 Oktober 2022 atau saat kali terakhir menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, kekayaannya mencapai Rp11,18 miliar.

Anies Baswedan memiliki tanah dan bangunan dengan nilai total mencapai Rp14,69 miliar. Dia dilaporkan memiliki mobil Honda Odyssey tahun 2016 Rp450 juta, Vespa Sprint tahun 1968 Rp50 juta, dan motor Kawasaki EX250V tahun 2018 senilai Rp50 juta.

Selanjutnya, dalam LHKPN dilaporkan pula bahwa eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp1,38 miliar, surat berharga Rp61 juta, kas dan setara kas Rp1,39 miliar, dan harta lainnya Rp675 juta. Bila diakumulasikan mencapai Rp18,74 miliar.

Bila dikurangi dengan utangnya, maka total kekayaan Anies Baswedan mencapai Rp11,18 miliar.

2. Ganjar Pranowo

Pada tahun 2021, Ganjar Pranowo dilaporkan tak memiliki utang sepeser pun. Namun setahun berikutnya, dia dilaporkan memiliki utang Rp1,37 miliar.

Kendati demikian berdasarkan data LKHPN, pada 31 Desember 2022 total kekayaannya mencapai Rp13,45 miliar. Ganjar Pranowo memiliki tanah dan bangunan yang senilai Rp2,75 miliar. Kader PDI Perjuangan itu juga memiliki alat transportasi dan mesin yang nilainya mencapai Rp1,42 miliar.

Gubernur Jawa Tengah itu memiliki Mobil Nissan Teana tahun 2013 senilai Rp180 juta, Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 Rp450 juta, motor Viar Scooter tahun 2018 Rp9 juta, Kawasaki ER-6N tahun 2012 Rp50 juta, Toyota Crown tahun 2008 Rp185 juta, dan Hundai Ioniq EV Signature AT tahun 2021 Rp550 juta. Dia juga memiliki harta bergerak lainnya yang mencapai Rp675 juta.

Disertakan pula data bahwa Ganjar memiliki kas dan setara kas yang nilainya mencapai Rp9,97 miliar. Bila seluruh hartanya dijumlahkan maka mencapai Rp14,82 miliar.

Bila dikurangi utang sebesar Rp1,37 miliar maka total kekayaan Ganjar sebesar Rp13,45 miliar.

3. Prabowo Subianto

Pada 2021, dalam LHKPN Prabowo Subianto memiliki utang sebesar Rp8 miliar. Utang tersebut tak bertambah maupun berkurang pada tahun berikutnya.

Kendati demikian, berdasarkan data tersebut, pada 31 Desember 2021 kekayaan Prabowo mencapai Rp2,03 triliun, setahun berselang atau pada 31 Desember 2022 kekayaannya bertambah Rp1 miliar.

Dalam LHKPN tahun 2022, tanah dan bangunan Prabowo Subianto dilaporkan mencapai Rp275 miliar. Alat transportasi dan mesin yang dimilikinya mencapai Rp1,25 triliun.

Berdasarkan laporan itu disebutkan bahwa dia memiliki mobil Toyota Alphard tahun 2005 senilai Rp400 juta, Honda CR-V Jeep tahun 2007 Rp130 juta, Land Rover Jeep tahun 1994 Rp50 juta, Toyota Land Cruiser Jeep tahun 1980 Rp50 juta, Mitsubishi Pajero Jeep tahun 2000 Rp175 juta, sepeda motor Suzuki Rp3,5 juta, Toyota Lexus Jeep Rp400 juta, dan Land Rover Jeep tahun 1992 Rp50 juta.

Menteri Pertahanan RI itu juga dilaporkan memiliki harta bergerak lainnya yang nilainya mencapai Rp16,41 miliar, surat berharta Rp1,70 triliun, kas dan setara kas Rp2,52 miliar, dan harta lainnya Rp45 miliar. Bila dikurangi dengan utang sebesar Rp8 miliar, maka total kekayaannya pada 2022 mencapai Rp2,03 miliar.***