
RedaksiHarian – Wakil Kepala Tata Usaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sawit Agung Sejahtera (SAS), RHS (22) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan terhadap lambang negara.
RHS menyerahkan diri usai dilaporkan oleh saksi ke Polsek Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau karena mengalungkan bendera Merah Putih ke leher seekor anjing .
Berdasarkan hasil pemeriksaan, RHS berdalih ingin merayakan Hari Kemerdekaan hingga spontan mengikat bendera kecil itu pada seekor hewan.
ADVERTISEMENT
“Dia mengatakan bahwa negara ini demokrasi, biar sajalah anjing itu merdeka,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Firman Fadhilah.
Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 66 Undang-Undang Negara Nomor 24 Tahun 2009.
Kamis lalu, seorang karyawan di perusahaan sawit yang sama melihat seekor anjing berkeliaran dengan membawa bendera merah putih di lehernya.
Saksi yang melihat kejadian itu lantas menelusuri siapa pihak yang mengalungkan lambang negara ke leher seekor anjing .
Saat saksi menemui RHS, pelaku mengakui perbuatannya dan menjelaskan aksinya itu dilakukan di depan Kantor PKS PT SAS, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis pada 9 Agustus lalu.
Atas kejadian tersebut, karyawan bersama saksi-saksi merasa tidak senang, kemudian melaporkan RHS ke Polsek Pinggir guna proses lebih lanjut.
Polisi pun bergerak mengamankan sejumlah barang bukti berupa bendera Merah Putih ukuran kecil dan flashdisk berisi video rekaman di leher anjing yang dipasangi bendera Merah Putih .
Selanjutnya pada Jumat, 11 Agustus 2023, pelaku menyerahkan diri kemudian ditetapkan sebagai tersangka usai melalui gelar perkara.
Usai ditetapkan sebagai tersangka, pelaku meminta maaf dan mengaku tidak bermaksud menghina serta melecehkan bendera Merah Putih seperti yang dituduhkan pada dirinya.
Dia berdalih ingin menaikkan semangat untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI.
“Saya minta maaf dan menyadari atas perbuatan tersebut tidaklah tepat dan bersedia menerima konsekuensi atas kejadian ini. Saya tidak bermaksud melecehkan simbol negara dengan memasang bendera di leher anjing tersebut,” katanya.***