RedaksiHarian – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menginstruksikan semua sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap siswanya menyusul kasus tewasnya seorang siswa SMP 132 Cengkarengkarena terjatuh dari lantai empat gedung sekolah pada Senin (9/10).

“Saya memperingatkan seluruh sekolah untuk hati-hati menjaga, mengawasi anak-anaknya. Bagaimanapun ya, namanya anak kecil, pasti untuk bermain dan lain-lain masih mencari identitas ya kan? Mungkin main sana, main sini, ya, pengawasan perlu lebih ditingkatkan lagi,” kata Wali Kota Jakarta Barat (Jakbar), Uus Kuswantosaat ditemui wartawan di Kantor Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Rabu.

Pengawasan yang ketat dari pihak sekolahjuga termasuk di luar jam pelajaran, yakni pada jam istirahat, kata Uus.

“Ya paling enggak, pada saat di luar jam pelajaran (istirahat), ya mungkin pengawasan dari teman-teman kepala sekolah dan guru-guru untuk benar-benar mengawasi anak-anaknya,” kataUus.

Selain itu, Uus juga meminta orang tua murid agar menjadikan kasus tersebut sebagai bahan pembelajaran guna tetap meningkatkan pengawasan kepada anak.

“Ya mungkin pengawasan lebih diperketat lagi. Itu juga sebagai bahan evaluasi kepada kita semua ya, baik orang tua sebagai orang tua dari anak, maupun kepala sekolah dan jajaran untuk benar-benar hati-hati dan lebih perketat lagi pengawasan,” kata Uus.

Sementara itu, untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak, Uus meminta pihak sekolah agar tidak menunggu rehabilitasi total untuk memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi.

Imbauan tersebut menyusul jendelajebol yang kemudian menjadi akses keluar gedung dari pelajar yang tewas.

“Ya mungkin gedung sekolah kayak kemarin kan masih ada (jendela) yang bolong, katanya. Kalau memang ada kekurangan sedikit, jangan menunggu rehab ini, itu kan rutin, kan ada jendela yang beberapa kacanya bolong, pecah, sehingga ada pelajar yang menerobos,” ucap Uus.

Ke depannya, Uus berharap agar peristiwa semacam itu tidak terulang kembali.

“Sehingga kalau memang ada kekurangan, kerusakan, segera diperbaiki. Internal di sekolah kan masih bisa diperbaiki ya. Saya yakin sekolah-sekolah lebih tahu, lebih paham hal-hal kecil untuk dituntaskan.

Pada kesempatan itu, Uusjuga menyampaikan belasungkawa terhadap siswa SMP132 Cengkarengtersebut.