RedaksiHarian – Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meminta organisasi masyarakat sipil (OMS) agar meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan daerah dan menghadirkan sistem collaborative governanceatau pemerintahan yang mengedepankan pemenuhan tujuan melalui kolaborasi antarorganisasi.

“Pembangunan pada esensinya merupakan upaya yang dilakukan terus-menerus guna menciptakan kesejahteraan seluruh elemen masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo pada pembukaan Festival Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Wonosobo, Kamis.

Oleh karena itu, dalam prosesnya membutuhkan aspirasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sebagai salah satu input utama mewujudkan pembangunan yang merata untuk menghasilkan produk pembangunan yang tepat guna.

Ia menyampaikan bahwa spektrum pembangunan sangat luas dan tidak lagi hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dari masyarakat, termasuk memperhatikan aspek responsif genderserta Gender Equality and Social Inclusion (GESI) untuk mewadahi perbedaan gender dan kebutuhan khusus masyarakat.

Demikian pula dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok rentan, perempuan, anak, dan penyandangdisabilitasdalam proses pengambilan kebijakan terkait pembangunan yang harus diaktifkan, sehingga aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat diakomodasi secara komprehensif.

Ia menuturkan OMS dalam penentuan kebijakan publik juga menempati posisi yang strategis dalam memastikan kebijakan untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.

Andang berharap melalui kegiatan ini mampu menjadi pemantik diskusi yang hangat dan komunikatif. Seluruh peserta berkesempatan menyampaikan pandangannya terkait pembangunan, dan berpartisipasi dalam perencanaan, formulasi, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi kebijakan dan program pembangunan.

Direktur KitaInstitute Eka Munfarida Irfiani mengatakan bahwa dalam rangkaian Festival OMS 2023 Kabupaten Wonosobo, diselenggarakan berbagai kegiatan, antara lain sekolah partisipasi, lomba cipta menu makanan sehat berbahan dasar ubi, singkong dan talas, diskusi publik memperkuat posisiOMS dalam penentuan kebijakan publik, dan seminar dengan tema Pemilu 2024 dan upaya mengatasi permasalahan.

Ia mengemukakan festival dengan tema menggali informasi, mengembangkan partisipasi, memperkuat demokrasi ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi OMS untuk saling berbagi, berkolaborasi, dan belajar satu sama lain.

“Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan OMS dan mengetahui lebih lanjut tentang pekerjaan mereka. Selain itu, festival ini juga akan mempromosikan nilai-nilai seperti keadilan, demokrasi, dan partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat,” katanya.