
RedaksiHarian – Pemerintah Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan pengguna kendaraan sudah bisa melintasi Jembatan Lampihongdi Kecamatan Lampihong usai ditutup sejak akhir Juni 2023 karena membahayakan pengendara.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Balangan Rina Ariyani mengungkapkan Jembatan Lampihong ini merupakan jalan penghubung dua kabupaten atau berada di bawah naungan Dinas PUPR Provinsi.
“Jembatan ini penghubung antara Kabupaten Balangan dan HSU, beberapa waktu sempat ditutup karena diperbaiki sementara dan kini sudah dapat dilewati lagi oleh pengendara namun tetap harus berhati-hati,” kata Rina di Balangan, Kamis.
Menurut Rina, jembatan ini sudah tua dan jembatan rangka baja yang merupakan peninggalan pada zaman Belanda.
Untuk itu, Rina mengimbau kepada pengendara terutama kendaraan yang bertonase berat untuk tidak melintasi jembatan tersebut dan diarahkan menggunakan jembatan yang baru yang tidak jauh jaraknya dari jembatan peninggalan Belanda itu.
Sementara, salah satu warga Balangan, Ahok mengaku khawatir saat melintas Jembatan Lampihong karena sempat memakan korban pada beberapa waktu lalu saat satu unit mobil masuk sungai di jembatan tersebut.
“Agak takut juga saat melintas di jembatan tua ini karena beberapa waktu lalu jembatan ini memakan korban, semoga nanti cepat direhab total oleh pemerintah,” ujar Ahok.
Terpisah, Kepala Seksi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan Wahid Ramadani mengatakan pengerjaan Jembatan Lampihong, Kabupaten Balangan akan dimulai pada 2024.
“Insya Allah dikerjakan tahun depan diganti dengan yang baru, dan seandainya lahan memungkinkan baik sekali itu dijadikan aset budaya,” kata Wahid.