
RedaksiHarian – Pelaku pembunuhan dosen Universitas Islam Negeri ( UIN ) Surakarta Wahyu Dian Selviani (33) terungkap. Pelaku merupakan Dwi Feriyanto (23), warga Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.
Dwi Feriyanto merupakan seorang tukang batu bekerja di rumah korban yang sedang direnovasi. Alasan Dwi tega membunuh Selviani karena sakit hati.
“Modus pelaku menghabisi korban karena sakit hati dikatakan oleh korban pekerjaannya tidak beres. Pelaku menghabisi korban dengan pisau yang sudah disiapkan. Jadi kasus pembunuhan ini, sudah direncanakan oleh pelaku,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, dikutip pada Jumat 24 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Selain itu, polisi juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti antara lain sebuah pisau yang sebelumnya dibuang di Sungai Blimbing Gatak yang ditemukan bantuan dari Tim SAR, kasur dan selimut ada bercak darah, sebuah laptop, abu bekas pakaian pelaku yang dibakar untuk menghilangkan jejak, handphone milik korban, sandal jepit, bantal ada bercak darah, dan sepeda motor milik pelaku.
Atas perbuatan tersangka diancam dengan Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 339 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal Hukuman Mati.
Pihak keluarga, yakni ayah Silviani mengaku iklas dengan kepergian sang anak. Akan tetapi ia juga berharap pihak kepolisian mampu mengusut motif kematian dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta itu.
Jenazah Silviani sempat dishalatkan tanpa diturunkan dari mobil ambulans saat tiba di Rektorat UIN RM Said.
Sosok Dosen yang ditemukan tewas itu diketahui merupakan Wahyu Dian Silviani. Dia adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta .
Korban terhitung sudah 3 tahun menjadi dosen di kampus tersebut. Namun, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Ivan Rahmawan mengaku tidak mengetahui mengenai persoalan pribadi Wahyu Dian Silviani.
Pihaknya hanya mengetahui korban menginap di rumah teman sesama dosen FEBI. Dia menuturkan, hanya mengetahui Wahyu Dian Silviani memiliki prestasi akademik yang baik.
Apalagi, korban seharusnya melakukan wawancara LPDP ke luar negeri pada Jumat 25 Agustus 2023, karena lolos beasiswa dengan nilai English Language Test (ELT) tertinggi.
Berdasarkan data dari situs uinsaid.ac.id, Wahyu Dian Silviani memiliki riwayat pendidikan S1 Kimia Universitas Mataram. Sedangkan S2 ditempuhnya di Environmental Science, Macquarie University.***