RedaksiHarian – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mendapatkan tambahan dua ekskavator untuk pengelolaan dan penataan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar.

Kepala DLHK Pekanbaru Hendra Afriadimengatakan alat berat itu merupakan pinjamandari PemerintahProvinsi Riau untuk mempercepat bongkar dan memilah sampah dari mobil angkutan. Tambahan alat berat ini bisa mempercepat proses bongkar dan angkut dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke TPA Muara Fajar.

“Gubernur mendukung penuh program yang dibuat pemerintah kota melalui wali kota agar pengelolaan sampah di TPAMuara Fajar bisa maksimal. Untuk keterlambatan pembongkaran sampah bisa kita atasi saat ini dan bisa cepat dari biasanya,” kata Hendra di Pekanbaru, Kamis.

Pinjaman alat berat itu, kata dia, membantu dua ekskavator dan dua buldozer yang dimiliki DLHK dalam menata TPA. Ia yakin tumpukan sampah bisa teratasi dengan bantuan pinjaman alat berat tersebut.

“Apalagi saat ini angkutan mandiri juga telah diwajibkan buang sampah dari lingkungan langsung ke TPA. Tentunya ini bisa mempercepat proses bongkar sampah,” katanya.

Menurut dia,bantuan dua alat berat itu sangat membantu dan mendukung proses bongkar sampah di TPA Muara Fajar, sehingga bisa dipercepat.

“Kalau pembongkaran terlambat, tentu angkutan terlambat. Kalau angkutan terlambat jadi sampah menumpuk. Pengelolaan sampah ini memang yang paling penting di TPA. Kalau di TPA tidak didukung alat berat secara maksimal, semua pola juga akan terhambat,” katanya.

Penjabat Wali Kota PekanbaruMuflihun sebelumnya telah meminta dua operator mengoptimalkan pengangkutan sampah dengan meningkatkan kinerja. Ia mengatakan telah melakukan evaluasi terkait masih banyaknya tumpukan sampah di TPS yang resmi maupun ilegal.

“Kedua operator harus optimalkan kinerja, optimalkan pengangkutan sampah,” katanya.

Muflihun menyadari bahwa tidak mudah untuk mengelola sampah di Kota Pekanbaru. Ia juga mengimbau masyarakat agar peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.