redaksiharian.com – “Harapannya, kita tetap bisa mempertahankan gelar di ganda putra. Karena kita memiliki pasangan ganda putra yang cukup kompleks. Targetnya, selain juara, juga ada target poin agar ranking BWF mereka bisa naik,” tutur Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI Fadil Imran, di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 23 Januari 2023.

Meskipun harapan ada pada ganda putra, tunggal putra juga diharapkan bisa berprestasi. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie setidaknya bisa mencapai babak semifinal dahulu, untuk membuka jalan ke final.

“Termasuk juga Ikhsan Imanuel Rumbay yang tampil perdana di kejuaraan internasional level ini. Semoga penampilannya di sini bisa jadi awal untuk menemukan ritme permainannya untuk menuju turnamen dengan level lebih tinggi. Karena dia adalah generasi penerus sektor tunggal,” ujar Fadil.

Pada ganda campuran, dengan kekuatan pemain muda, para pemainnya dinilai setidaknya bisa mengimbangi permainan para pesaing negara lain. Mengingat di sektor itu, Korea, Jepang, dan beberapa negara Eropa, cukup kuat.

Harapannya, untuk sektor ganda campuran ini, bisa memberikan kejutan. “Di ganda putri, Apriyani (Rahayu)-Fadia (Siti Fadia Silva Ramadhanti) akan kembali turun bertanding setelahcedera engkel Fadia di Malaysia lalu. Mudah-mudahan di sini, mereka bisa menemukan kembali permainannya dan terus bisa memperbaiki performanya. Sebab, di sektor inikita juga punya misi khusus untuk meraih poin sebanyakbanyaknya. Mengingat kita memiliki kepentingan untuk menuju Olimpiade 2024 Paris,” kata Fadil.

Pada sektor ganda putra, hasil undian tidak menguntungkan bagi Indonesia . Soalnya, di babak awal sudah terjadi “perang saudara” antara juara Fajar Alfian-M Rian Ardianto dan Pramudya Kusumawardana-Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Tunggal putri Indonesia pada turnamen ini diwakili Gregoria Marsika Tunjung dan Putri Kusuma Wardani. Meski tak masuk dalam proyeksi sektor yang ditargetkan, tetapi performa Gregoria, terutama di dua turnamen terakhir pada awal tahun lalu, dinilai meningkat. ”Dia sudah bisa menembus babak perempat final,” kata Fadil.

Namun, di Indonesia Master, mengingat persiapan keseluruhan yang waktunya lumayan sedikit, Gregoria mengaku akan melakukan apapun yang bisa dilalukan untuk dapat memaksimalkan permainannya. Bahkan, saat baru kembali dari India, Minggu, 22 Januari 2023 pagi, sorenya pukul 16.00, dia sudah kembali berlatih.

“Semoga dengan kondisi persiapan yang minim, saya bisa cukup tahu kondisi lapangan. Untuk tekanan bermain di rumah sendiri, saya berusaha bermain semaksimal mungkin,” kata Gregoria.***