
RedaksiHarian – Panitia Miss Universe Indonesia disebut-sebut mengeluarkan klaim bila CCTV di area hotel tempat body checking berlangsung mati atau tidak berfungsi.
” CCTV menurut keterangan dari pada panitia ataupun pelapor bahwa CCTV dalam keadaan mati,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Hengki Haryadi.
Meski begitu, polisi akan tetap melibatkan ahli untuk mencari tahu kebenaran di balik pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh saksi dalam penyelidikan.
ADVERTISEMENT
“Nanti kita bawa tim ahli untuk pendalaman CCTV ,” ujarnya.
Untuk mendalami sejumlah barang bukti, polisi akan bekerja sama dengan ahli digital forensik terkait kasus dugaan pelecehan seksual di ajang kecantikan tersebut.
“Kita akan melibatkan beberapa ahli terkait dengan delik yang terjadi ini, termasuk digital forensik,” katanya.
Termasuk di dalamnya, akan diperiksa foto yang dilampirkan oleh pelapor, yakni foto yang diduga dipotret oleh oknum saat body checking.
Lebih lanjut, apabila terbukti adanya unsur pidana dalam kasus tersebut, polisi tak segan menetapkan siapapun yang bersalah menjadi tersangka.
“Apabila ini memenuhi delik atau pun perbuatan pidana tentu kita akan tindak lanjuti sampai menemukan siapa tersangkanya,” ujarnya.
Kombes Pol. Hengki Haryadi membenarkan, setelah dilakukannya olah TKP, tempat digelarnya body checking terdapat kamera pengawas atau CCTV .
“Hasil pengecekan TKP juga ternyata di sana ada CCTV ,” ujarnya.
Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Yuliansyah mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas masalah CCTV di TKP ini demi memberi rasa aman pada para korban yang khawatir momen tanpa busana tertangkap saat melakukan body checking.
Lebih lanjut, Yuliansyah menyampaikan bahwa penyidik sudah mendapatkan gambar awal dari pengecekan ke TKP, di mana lokasinya yang berada di pojok ballrom hotel dan tertutup tirai.
“Ya seperti ballroom pada umumnya aja. Lokasi body checking ada di pojokan dan ditutup seperti tirai portable gitu,” ujar Yuliansyah.***