redaksiharian.com – Panenin (PT Agri Gain Nusantara) bersiap meluncurkan aplikasi serba guna yang memudahkan para petani tebu untuk memperoleh pendanaan pupuk hingga alat bertani.

Selain itu, aplikasi yang akan diluncurkan pada November itu juga akan memberikan pendampingan kepada petani tebu, mulai dari bertanam sampai menjual hasil panen ke pabrik dengan harga yang kompetitif.

“Kita harap lewat Panenin suplai pupuk bisa aman. Sebab tidak hanya kelangkaan pupuk yang jadi persoalan tapi juga banyak pupuk palsu,” ujar CEO Panenin Ailsa Callista dalam rilis pers yang diterima, Rabu.

Panenin, kata dia, juga akan mendampingi petani untuk memastikan hasil panen mereka berkualitas dan jumlahnya meningkat hingga 20 persen.

Panenin pun berkomitmen untuk membantu para petani tebu melalui kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang membawahi 36 pabrik gula di Indonesia.

PT SGN yang menargetkan swasembada gula kristal putih pada 2025 menjadi dorongan Panenin meluncurkan aplikasi tersebut.

Panenin sebagai perusahaan rintisan di bidang agritech untuk komoditi tebu dan gula kristal putih juga telah mempunyai gudang pupuk sehingga bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani di PG Semboro, Jawa Timur, sebagai pilot project Panenin dengan PT SGN.

“Kita punya gudang pusat sendiri di Jember yang bisa menjamin tidak ada kelangkaan pupuk hingga akhir masa tanam. Kita juga sudah kerja sama dengan mitra besar lainnya untuk bisa bergabung dengan program pupuk Panenin ini,” kata.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Aris Toharisman menyambut baik kerja sama tersebut. Aris meyakini program Panenin untuk mendistribusikan pupuk kepada petani di Semboro akan berdampak pada perbaikan kualitas serta meningkatkan produksi pabrik

Aris juga menyebut aplikasi yang disiapkan Panenin merupakan terobosan besar, sebab aplikasi tersebut dapat mengawasi secara berkala proses tanam dan memantau pemanfaatan kredit agar tepat sasaran.