RedaksiHarian – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri)menggalakkan generasi muda di daerah ini untuk menanamkan budaya menabung sejak usia dini.

Menurut Kepala OJKPerwakilan Kepri Rony Ukurta Barusahal itu dapat diwujudkan melalui program satu rekening satu pelajar (KEJAR) yang merupakan bagian tim percepatan akses keuangan daerah.

“Program ini terkait dengan pengelolaan keuangan yang nantinya akan bermanfaat bagi pelajar sejak usia muda sampai dewasa,” kata Rony, di Tanjungpinang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa program KEJAR ini sangat penting, karena ketika sejak usia muda mulai menabung, maka saat sudah dewasa tidak khawatir lagi mencari uang untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya.

Menurutnya, selama ini terutama di masa pandemi COVID-19, banyak orangtua yang ekonominya menurun sehingga mengakibatkan anak putus sekolah.

“Nah, ketika ada buku tabungan ini dan terjadi situasi yang serupa paling tidak sudah punya tabungan,” ujarnya lagi.

Untuk membuka tabungan, kata dia, pelajar ataupun orangtua bisa membuka di Bank Riau Kepri (BRK), Bank Mandiri, dan perbankan lainnya yang mempunyai program simpanan pelajar (SIMPEL).

“Tidak ada biaya administrasi, bahkan minimal tabungan awal dimulai dari Rp5 ribu. Dan untuk menabung selanjutnya bisa menabung atau setor Rp1.000,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, perbankan khususnya yang ada di Tanjungpinang untuk hadir langsung ke sekolah-sekolah mensosialisasikan program KEJAR kepada pelajar jenjang SD, SMP maupun SMA.