redaksiharian.com, Semarang – Iran menegaskan bahwa hanya kapal-kapal dari negara sekutu yang diperbolehkan melintasi Selat Hormuz. Pengawasan ketat diberlakukan di jalur strategis ini di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, setelah jalur tersebut ditutup sebagian akibat konflik yang terjadi sejak 28 Februari 2026.

Berdasarkan laporan analisis dari perusahaan intelijen maritim Windward, beberapa kapal berhasil melewati Selat Hormuz melalui perairan Iran pada 15–16 Maret 2026.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran telah diatur untuk memungkinkan sekutu dan mitra mereka melakukan transit,” tulis laporan tersebut.

Negara yang Mendapat Izin

  1. Pakistan
    Kapal tanker berbendera Pakistan, Karachi, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal tipe Aframax ini mengikuti jalur yang telah diizinkan oleh otoritas Iran.

  2. India
    Iran juga memberikan izin bagi kapal-kapal India. Dua kapal tanker pengangkut gas minyak cair (LPG) dilaporkan melintasi jalur tersebut dan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan di India, setelah adanya koordinasi antara kedua negara.

  3. Turki
    Salah satu kapal milik Turki memperoleh izin dari Iran. Izin ini diberikan setelah kapal tersebut berada dekat perairan Iran dan mendapat persetujuan langsung dari pihak Teheran.

  4. China dan Beberapa Negara Eropa Masih Bernegosiasi
    Sejumlah negara lain, termasuk China, masih melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memperoleh akses. China sedang menegosiasikan agar kapal pengangkut minyak mentah dan gas dapat melewati Selat Hormuz dengan aman, mengingat ketergantungannya pada jalur energi ini.

Selain China, beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga mengajukan permintaan serupa, tetapi hingga kini belum ada kepastian mengenai izin melintas kapal dari negara-negara tersebut.

Sebelumnya, Iran menutup Selat Hormuz setelah serangan yang melibatkan AS dan Israel, namun menyatakan jalur tetap terbuka secara terbatas bagi negara-negara yang tidak berafiliasi dengan Washington.