redaksiharian.com – Pesawat luar angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA berhasil menangkap kilatan petir yang menyala di dalam pusaran yang berputar di permukaan planet Jupiter . Penyebab kemunculan petir itu masih misterius.

Seperti dilansir CNN, Selasa (20/6/2023), kilatan cahaya berwarna hijau yang menyerupai petir itu terlihat di dalam salah satu dari banyak pusaran yang berkelompok di dekat kutub utara Jupiter — planet terbesar dalam tata surya kita.

Para ilmuwan masih berusaha memahami banyak sisi Jupiter, termasuk badai masif dan bagaimana kilatan cahaya dan peristiwa menyerupai kilatan petir terjadi di planet raksasa yang mengandung gas itu.

Di Bumi, kilatan petir berasal dari awan yang dipenuhi air, dan sebagian besar sambaran petir terjadi di dekat garis khatulistiwa. Namun di Jupiter, kilatan petir muncul dari awan-awan yang terbentuk dari amonia dan air, dan paling sering terjadi di dekat kutub planet tersebut.

Pesawat luar angkasa bernama Juno milik NASA pertama kali tiba untuk mengamati Jupiter dan bulan-bulan yang mengelilinginya tahun 2016 lalu.

Kamera pada Juno, yang disebut JunoCam, berhasil mengabadikan peristiwa tersebut selama momen flyby (terbang lintas) dalam jarak dekat yang ke-31 dari permukaan Jupiter pada 30 Desember 2020. Juno berada di ketinggian 32.000 kilometer di atas puncak awan ketika mengambil gambar kilatan petir misterius itu.

Juno dilengkapi beberapa instrumen yang bisa melakukan deteksi di bawah kumpulan awan tebal di Jupiter untuk mengumpulkan data soal asal-muasal planet tersebut, atmosfer dan fenomena cuacanya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Dengan menggunakan data mentah dari instrumen JunoCam, seorang ilmuwan bernama Kevin M Gill mengembangkan gambar terbaru pada tahun 2022. Gill merupakan seorang citizen scientist.

Gambar-gambar mentah Jupiter dan bulan-bulannya yang dijepret oleh JunoCam diposting secara online dan tersedia untuk diproses oleh siapa saja.

Penyelidikan yang dilakukan Juno yang terus berlangsung akan membantu para ilmuwan untuk mendapatkan pemahaman lebih besar soal planet terbesar dalam tata surya kita dan ciri khasnya.